Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Umat Hindu di Nganjuk Ajak Jaga Alam Semesta saat Galungan

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 29 Februari 2024 - 17:21 WIB
KHIDMAT: Umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan di Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis, Kecamatan Loceret kemarin. Umat Hindu harus menjaga alam semesta.
KHIDMAT: Umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan di Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis, Kecamatan Loceret kemarin. Umat Hindu harus menjaga alam semesta.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Umat Hindu di Kota Angin menggelar upacara peringatan Hari Raya Galungan kemarin. Datang ke Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis,sejak pukul 07.30, Mereka menggelar ritual di Pura yang terletak di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret dengan khidmat.

Tidak semua umat Hindu asal Nganjuk bisa mengikuti upacara Galungan di Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis kemarin. Ada yang berhalangan hadir karena aktivitas keluarga. Mulai dari mengantar anak sekolah hingga Sebagian masih bekerja.

“Yang datang (ke Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis, Red) adalah warga sekitar sini (Desa Bajulan, Loceret, Red) saja,” ungkap Pemangku Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis Jro Mangku Dampri. Ia menyebut jumlah umat Hindu di Nganjuk sekitar 400 orang.

Peringatan hari raya Galungan pagi kemarin hanya melaksanakan sembahyang dan memanjatkan doa. Yakni, menyambut hari baru dan berharap keberkahan bagi umat Hindu di Kota Angin.

“Hanya puja bakti, acaranya tidak panjang. Karena nantinya ada acara selanjutnya untuk menyambut Hari Raya Nyepi,” imbuh Dampri.

Pria kelahiran Bajulan itu mengatakan, Hari Raya Galungan merupakan momentum untuk memperingati proses terciptanya alam semesta. Makanya, dalam peringatan terjadinya alam semesta ini, umat Hindu memercayainya dengan memulai kehidupan baru. Yakni meninggalkan perilaku buruk dan mencari keberkahan atau yang baik-baik setelah alam semesta tercipta.

Galungan dirayakan setiap 210 hari dalam perhitungan kalender Bali. Atau selama 7 bulan sekali. Sementara itu, Listyono, salah satu umat Hindu Nganjuk mengaku tidak pernah meninggalkan upacara peringatan Hari Raya Galungan. “Sejak kecil selalu ikut acara di Pura,” pungkasnya.

Upacara peringatan Galungan itu dilakukan sekitar 2 jam. Ritual dilaksanakan sejak pukul 09.00 hingga pukul 11.00. Umat Hindu di Lereng Gunung Wilis itu melanjutkan acara dengan peringatan ulang tahun Wanita Dharma Hindu Indonesia (WDHI) Nganjuk.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#umat hindhu #nganjuk #galungan