NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk menggelar wayang kulit semalam suntuk di Alun-Alun Nganjuk. Dalangnya Ki R. Akbar Syahalam dengan lakon 'Brajadenta Brajamusti'.
Dalam sambutannya, Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna mengatakan, lakon wayang tersebut memiliki makna yang dalam. “Kita bisa mengambil pesan moral dari lakon wayang tersebut,” ujarnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Hadiri Halalbihalal Komunitas CB Nganjuk Bersatu, Pererat Tali Silaturahmi Warga Kota Angin
Mas Bupati Handoko- panggilan akrab Pj Bupati Handoko mengatakan, pagelaran wayang itu sebagai salah satu cara melestarikan kesenian asli Indonesia. Selain itu, pagelaran wayang kulit juga sebagai peringatan Hari Jadi ke-1.087 Nganjuk.
Mas Bupati Handoko mengatakan, tahun ini Hari Jadi Nganjuk mengangkat tema 'Bangkit, Berkah, dan Barokah'. Ini sesuai dengan lakon di pagelaran wayang.
Sementara itu, Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk Sri Handaraningsih mengatakan, pagelaran wayang kulit merupakan media komunikasi yang baik untuk menyampaikan program dan informasi kepada masyarakat. "Ini juga bisa menjadi sarana memahami suatu tradisi, pendekatan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Untuk diketahui, pagelaran wayang kulit itu juga dihadiri oleh Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan ribuan warga. Sejumlah bintang tamu juga hadir dan menghibur warga Kota Angin. Mulai dari Niken Salindri, Dodok dan Komet.
Sebelum dimulai pagelaran wayang kulit, Tatit berkesempatan memberikan gunungan kepada dalang Ki Akbar. Acara wayang dimulai sekitar pukul 21.30 WIB dan selesai sekitar pukul 02.00 WIB.