NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kabupaten Nganjuk memiliki 264 desa yang tersebar di 20 kecamatan. Banyak dusun dan desa yang memiliki nama unik. Berikut ini penelusuran wartawan koran ini ke desa-desa.
Di Kecamatan Sukomoro ada satu kelurahan yang memiliki nama unik. Yaitu, Kelurahan Kapas. Konon, nama Kapas itu karena di sana banyak pohon randu. "Dulu namanya Desa Kapas karena banyak pohon randu yang menjadi menghasilkan kapuk," ungkap Basiran, sesepuh di Kelurahan Kapas. Warga yang menganggap kapuk seperti kapas akhirnya menyebut desa tersebut sebagai Desa Kapas. Saat ini menjadi Kelurahan Kapas.
Pria berusia 104 tahun ini menceritakan dulu yang membabat Desa Kapas bernama Mbah Budho. Saat itu, nama desa didasarkan pada adanya tumbuhan yang cenderung tumbuh di daerah tersebut saat Mbah Budho babat desa. Di setiap gang saat itu pasti terlihat tumbuh pohon randu. “Dulu ya banyak sekali pohon randunya, bahkan setiap rumah pasti punya. Sekarang sudah banyak yang ditebangi,” ujar pria kelahiran 1920 itu.
Sebagai sesepuh di Kelurahan Kapas, menurutnya, penamaan satu desa atau dusun, biasanya ditentukan oleh beberapa hal. Di antaranya suatu hal yang dominan di sana. Mulai dari tokohnya siapa, nama-nama kuno, peristiwa, atau bisa juga nama hewan atau tumbuhan yang paling banyak tumbuh seperti Kapas.
Bahkan banyaknya pohon kapas lambat laun membuat warga memanfaatkan keberadaannya untuk mencari nafkah. Yakni menjadi perajin bantal, guling dan kasur yang terbuat dari kapas. “Sekarang sudah jarang yang buat, kalau dulu masih banyak kasur kapuk,” imbuh Basiran.
Mbah Budho menurut kakek 11 cucu ini bukan orang yang memberikan nama Desa Kapas. Melainkan ada tokoh lain yakni Jalipah. Seorang pendekar dari zaman kerajaan yang kemudian memberi nama desa ini yaitu Desa Kapas. Setelah dibabat oleh Mbah Budho, Jalipah yang berasal dari kerajaan datang. Kemudian melihat banyaknya pohon kapas maka diberi nama Desa Kapas.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk