Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Mengenal Nama Dusun dan Desa Unik di Kota Angin (2) Penghasil Kapuk sejak Zaman Penjajahan Belanda

Ilmidza Amalia Nadzira • Jumat, 20 September 2024 | 22:28 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro menjadi sentra pohon randu sejak zaman kerajaan. Bahkan pada masa penjajahan Belanda, desa tersebut menjadi hutan randu. Sehingga, menjadi penghasil kapuk untuk kasur dan bantal orang Belanda.

 Baca Juga: Mengenal Nama Dusun dan Desa Unik di Kota Angin (94), Grajen Punya Tradisi Khataman Alquran

“Banyak sekali pohon randu di Kelurahan Kapas saat zaman penjajahan Belanda,” ungkap Dwi Suciono, 65, mantan Sekretaris Kelurahan Kapas kemarin. Karena itu, penjajah Belanda selalu meminta warga Kapas mengumpulkan kapuk dari pohon randu. Lalu, penjajah tersebut membawanya untuk dijadikan kasur, bantal, dan guling.

“Warga yang menanam, merawat, dan memanen, penjajah Belanda yang menikmati kapuknya,” ujar Suciono. Semua dilakukan warga Desa Kapas dengan perasaan terpaksa. Karena jika menolak, penjajah Belanda akan membunuhnya. Sehingga, mau tidak mau warga menuruti keinginan Belanda. Cerita tersebut didapat Suciono saat dia masih kecil. Orang tuanya menceritakan kondisi Desa Kapas saat penjajahan Belanda.

Beruntung, Indonesia akhirnya merdeka pada 17 Agustus 1945. Warga Desa Kapas akhirnya bisa menikmati kapuk dari pohon randu. Mereka bisa membuat bantal, kasur, dan guling. Bahkan, saat ini pohon randu di Desa Kapas yang saat ini berubah menjadi Kelurahan Kapas masih bisa dilihat masyarakat.

Pohon randu tumbuh di sepanjang jalan. Namun, jumlahnya tidak banyak. Hanya ada belasan pohon. Ada 17 pohon randu di sepanjang jalan itu. “Sekarang sudah jarang sekali pohon randu karena jarang orang mnggunakan kasur kapuk. Yang ada pohon randu untuk papan cor jadi banyak yang ditebang,” ujar Suciono.

Meski demikian, pohon randu ini masih identik di Kelurahan Kapas. Bagi mantan sekretaris kelurahan  yang pensiun 2020 itu, warga Kabupaten Nganjuk, Kelurahan Kapas identik dengan kapuk. Karena saat mengendarai motor atau jalan di kampung, mereka akan mudah menemukan kapuk beterbangan. “Sering buat kelilipen orang dulu,” ujarnya sambil tersenyum.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#desa unik #nganjuk #randu #sejarah #KOTA ANGIN #kapas #budaya