NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Keunikan nama dusun atau desa di Kota Angin banyak yang berasal dari nama tanaman. Di Kecamatan Pace ada Desa Kecubung. Kecubung diambil karena di daerah tersebut merupakan hutan yang banyak tanaman kecubung.
“Desa Kecubung ini dulu adalah hutan kecubung,” ujar sesepuh Desa Kecubung Saelan. Sayang, belum ada informasi terkait siapa orang yang babat alas Kecubung. Hanya saja, cerita turun temurun yang sering Saelan dengar dari nenek moyangnya bahwa dulu Desa Kecubung merupakan Hutan Kecubung.
“Rimbun sekali tanaman kecubungnya. Orang zaman dulu bilang sok rejone jaman deso iki diarani Deso Kecubung,” ujarnya.
Meskipun tidak diketahui orang yang babat pertama kali Desa Kecubung, Saelan mengatakan bahwa warga Desa Kecubung merupakan keturunan dari Keraton Solo, Jawa Tengah. Pasalnya, di Desa Kecubung ada beberapa prajurit dari Keraton Solo yang bersembunyi di sana. Kabarnya, mereka bersembunyi di Hutan Kecubung. Setelah bersembunyi hingga beberapa bulan, para prajurit ini memutuskan untuk membabat tumbuhan kecubung yang tumbuh lebat di desa ini.
Seiring berjalannya waktu, tanaman kecubung dibabat. Kemudian dibangun rumah-rumah untuk penduduk. Karena itu, warga Desa Kecubung ini ya punya darah dari Solo Jawa Tengah.
Saat ini, tanaman kecubung sudah jarang ditemukan di rumah-rumah warga. Meskipun terkadang tumbuh liar di halaman. Namun, karena kecubung dianggap beracun atau membuat mabuk maka warga sering membabatnya. “Kalau tahu ada kecubung langsung dibabat,” ujar pria berusia 72 tahun ini. (ica/tyo)
Editor : Redaksi Radar Nganjuk