NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kelurahan Kramat bukan hanya sekadar unik. Melainkan juga sakral bagi warga setempat. Karena dulu pernah ada yang meninggal karena melakukan sumpah di atas tanah ditemukannya mayat Ki Ageng Kramat, seorang prajurit dari Keraton Jogjakarta.
Hal ini diceritakan oleh sesepuh Kelurahan Kramat Masngudi. Dia mengatakan dahulu pernah ada kisah dua orang warga yang melakukan sumpah mati di atas tanah ditemukannya Ki Ageng Kramat yang saat ini menjadi tempat pemakama. “Dulu ceritanya ada dua warga yang berteman, kemudian salah satunya kehilangan uang dan menuduh teman yang dicurigainya itu. Kemudian teman yang dicurigainya itu tidak terima dituduh, akhirnya menantang untuk melakukan sumpah mati,” ujar pria yang akrab disapa Mbah Dukut ini.
Kemudian beramai-ramai warga menyaksikan prosesi sumpah mati keduanya. Setelah dilakukan sumpah, selang beberapa hari orang yang menantang atau yang dicurigai mencuri itu ternyata meninggal dunia karena sakit. “Ayo ndulit tanah punden sing ngapusi kui sing mati,” ujar Mbah Dukut menirukan perkataan orang yang menantang melakukan sumpah mati itu.
Dengan kejadian tersebut warga semakin percaya bahwa Ki Ageng Mukaromat atau dikenal Ki Ageng Kramat bukan manusia biasa. Melainkan punya kesaktian, dipercaya sebagai ahli tirakat, dan ahli agama. Selain itu, dengan kejadian itu pula membuat warga tidak bermain-main dengan sakralnya sumpah yang diucapkan.
Kejadian itu masih dipercaya hingga sekarang oleh warga. Jadi, jangan sampai ucap janji jika memang berbuat salah. “Apalagi dilakukan di wilayah Kramat, di sini ada orang sakti,” imbuh Mbah Dukut.
Oleh karena itu, makam Ki Ageng Kramat dibangun sebuah pendapa yang saat ini dijadikan sebagai punden oleh warga. Hal itu untuk menghormati arwah prajurit sakti tersebut. (ica/tyo)
Editor : Redaksi Radar Nganjuk