NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kelurahan Kauman, Kecamatan memiliki nama lingkungan yang unik. Yaitu, Kedungpedet. Namun, warga Kota Angin lebih senang menyebutnya dengan nama Dungdet yang merupakan singkatan dari Kedungpedet. Sehingga, Lingkungan Dungdet lebih terkenal daripada Kedungpedet.
Masyarakat lebih mengenal wilayah itu dengan nama Dungdet. Salah satu lingkungan yang terletak di Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk. Namun diketahui, Dungdet bukan merupakan nama resmi secara administratif. Karena nama asli dari wilayah tersebut adalah Kedungpedet. “Dungdet itu hanya singkatan. Aslinya Kedungpedet,” terang Imam Sunardi, 78, sesepuh di wilayah tersebut.
Nama Kedungpedet sendiri tidak muncul begitu saja. Namun ada sebuah peristiwa yang melatarbelakangi. Menurut Imam, peristiwa itu terjadi sejak puluhan tahun lalu. Pada waktu itu, Kedungpedet tidak seramai seperti saat ini. Tidak banyak bangunan perkantoran hingga perumahan. Melainkan hanya sebuah area persawahan dengan aliran sungai tepat berada di tengah.
Nyaris setiap sore, peternak sapi selalu memandikan hewan ternaknya di sungai itu. Namun ada wilayah yang ditakuti oleh para peternak. Yaitu, sebuah kedung atau sungai yang yang memiliki bagian lebih dalam. Kedung itu dulunya berada di sekitar belakang bangunan yang kini menjadi Satuan Patroli Jalan Raya Unit Jatim VI Nganjuk. “Sekarang kedungnya sudah tidak ada,” tambahnya.
Suatu ketika, saat ada peternak akan memandikan sapi, ada satu anak sapi atau dalam bahasa jawa pedet hilang kendali. Pedet itu berlari hingga tercebur ke kedung tersebut. Tentu pedet itu langsung tenggelam. Dalam hitungan menit, pedet itu lalu mati.
Sejak saat itu, masyarakat memanggil kedung tersebut menjadi Kedungpedet. Sebagai penanda kalau kedung tersebut pernah membuat pedet mati. Namun seiring berjalannya waktu, nama Kedungpedet tidak hanya untuk kedung itu saja. Melainkan untuk seluruh wilayah di sekitar sungai.
Nama Kedungpedet sepertinya terlalu panjang dan njelimet. Masyarakat lalu lebih memilih untuk menyebut wilayah tersebut dengan Dungdet. Singkatan dari Kedungpedet. (wib/tyo)
Editor : Redaksi Radar Nganjuk