Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengenal Nama Dusun dan Desa Unik di Kota Angin (38) Kantor Kelurahan Kauman dulunya Kuburan Belanda

Redaksi Radar Nganjuk • Jumat, 8 November 2024 | 16:43 WIB
Makam Belanda di Kedungdet Jadi Kantor Kelurahan Kauman
Makam Belanda di Kedungdet Jadi Kantor Kelurahan Kauman

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Lingkungan Kedungpedet atau Dungdet sudah ramai penduduk sejak ratusan tahun lalu. Salah satu buktinya adalah keberadaan makam Belanda di sebelah barat lingkungan. Kini makam tersebut sudah beralih fungsi menjadi Kantor Kelurahan Kauman.

Nama Lingkungan Kedungpedet atau Dungdet di Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk memang baru ada. Namun wilayah tersebut diketahui sudah ramai sejak ratusan tahun lalu. Bahkan menjadi salah satu wilayah padat penduduk sejak jaman penjajahan Belanda.

Salah satu buktinya adalah makam masyarakat Belanda di wilayah itu. Kini bekas makam tersebut sudah beralih fungsi. Salah satunya menjadi Kantor Kelurahan Kauman.

“Dulu ada area pemakaman orang Belanda di Dungdet ini. Sekarang sudah jadi kantor kelurahan,” terang Imam Sunardi, 78, sesepuh di wilayah tersebut.

Setelah masa kemerdekaan, tidak ada lagi orang Belanda yang dimakamkan di tempat itu. Karena memang sudah banyak orang Belanda yang kembali ke negara asalnya.

Hal itu yang membuat makam tersebut tak terurus. Hingga selama puluhan tahun kemudian, makam itu kondisinya rusak. Banyak bangunan di makam yang hilang satu per satu. Hingga akhirnya area pemakaman itu rata dengan tanah.

Puluhan tahun berlalu. Tanah tersebut lalu menjadi bagian dari bengkok Lingkungan Kedungpedet. Karena sudah banyak makam yang rusak, tanah itu lalu dimanfaatkan dengan dibangun fasilitas umum. Salah satunya adalah Kantor Kelurahan Kauman.

“Tidak hanya kantor kelurahan. Bangunan di sekitarnya itu dulu ya makam. Tapi sekarang sudah tidak ada,” tandasnya.

Sementara itu, Lurah Kauman Agung Efendi mengatakan, dulu pernah ada sisa-sisa bangunan dari makam Belanda di kantor bagian belakang. Namun karena tak terurus, beberapa benda-benda itu hilang. Lalu sisa area tersebut dibangun untuk perluasan kantor kelurahan.

“Katanya pernah ada sisa-sisa batu nisan kuburan Belanda,” ujarnya.

Meski bekas makam Belanda, tidak ada kesan angker di kantor kelurahan. Selama menjabat sekitar empat tahun, dirinya atau petugas lain tidak pernah melihat kejadian-kejadian mistis.

“Sama sekali tidak ada mistis-mistisnya,” tambahnya sembari terkekeh. (wib)

Editor : Redaksi Radar Nganjuk