NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dusun Kaliulo menjadi dusun paling timur di Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro Dari namanya, dusun tersebut sudah terlihat unik. Karena Kaliulo berarti sungai ular. Apakah di desa itu ada sungai yang ditempati banyak ular?
Dusun Kaliulo di Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro diambil dari bahasa Jawa. Memiliki dua kata yang digabung. Yaitu kali yang berarti sungai. Kemudian, ulo yang berarti ular. Namun Dusun Kaliulo bukan berarti jika dusun tersebut memiliki sungai yang banyak ularnya. “Sungai di sini bentuknya berkelok-kelok seperti ular makanya dinamakan Kaliulo,” terang Mujiyo, 85, salah satu sesepuh dusun tersebut.
Mujiyo menjelaskan, Dusun Kaliulo sudah ada sejak k ratusan tahun lalu. Dulunya wilayah tersebut hanya hutan belantara. Hingga ada seseorang bernama Eyang Jinah yang mbabat alas wilayah tersebut.
Saat itu, Eyang Jinah dan anaknya Raden Kalkumaseh datang dari luar Nganjuk. Tujuannya membuat pemukiman baru. Hingga beratus-ratus tahun kemudian, dusun tersebut menjadi seperti saat ini.
Meski sudah ada sejak lama, wilayah tersebut belum dinamai Kaliulo. Nama Dusun Kaliulo dilakukan beberapa tahun sebelum Indonesia merdeka. Pada waktu itu, wilayah umumnya dinamakan dari sebuah peristiwa atau ciri-ciri tertentu. Sedangkan, di Dusun Kaliulo, ciri-ciri yang diambil adalah bentuk sungai yang melintas mulai dari barat hingga timur dusun. “Sungainya itu termasuk pecahan dari Sungai Widas,” tambahnya.
Seperti sungai pada umumnya, sungai di dusun itu bentuknya berkelok-kelok. Di Dusun Kaliulo sendiri, total ada tujuh kelokan sungai. Hal itu yang menjadikan warga menamakan wilayah tersebut menjadi Kaliulo. “Bukan karena banyak ular, namun bentuknya seperti ular,” tandasnya. (wib/tyo)
Editor : Redaksi Radar Nganjuk