NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Dusun Kaliulo di Desa Pehserut tidak hanya dikenal karena sungainya berbentuk ular. Namun, dusun ini juga sebagai penghasil brambang. Karena mayoritas warga di sana bekerja sebagai petani bawang merah atau brambang.
Ada pemandangan unik di sepanjang jalan Dusun Kaliulo, Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro saat musim panen bawang merah atau brambang. Yaitu banyak brambang yang dijemur. Mayoritas brambang dijemur di halaman rumah milik warga.
Selain itu, tampak emak-emak yang juga berada di sepanjang jalan di Dusun Kaliulo. Tugas mereka adalah pitil brambang. Memotong brambang yang masih memiliki daun. Lalu setelah itu brambang dijemur.
Pemandangan itu ternyata sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Karena memang, selain dikenal dengan sungai berbentuk ularnya, Dusun Kaliulo juga dikenal dengan sektor pertanian bawang merah. “Hampir semua warga di sini pekerjaannya petani brambang,” terang Mujiyo, 85, salah satu sesepuh dusun tersebut. Mujiyo menceritakan, sejak dulu, mayoritas warga Dusun Kaliulo bekerja di sektor pertanian bawang merah. Bagi warga laki-laki, umumnya mereka bekerja di sawah. Sedangkan, perempuan, biasanya mereka bekerja sebagai tukang pitil brambang saat musim panen.
Brambang yang dihasilkan di Dusun Kaliulo juga terkenal dengan kualitasnya yang bagus. Maklum saja, menurut Mujiyo, tanah di sepanjang dusun sangat subur. Alasannya dusun tersebut tidak pernah kehabisan cadangan air. “Karena dari barat sampai timur dusun ini ada aliran sungai. Jadi airnya terus ada,” tambahnya. Brambang dari Dusun Kaliulo diketahui tidak hanya dijual untuk warga Nganjuk. Namun juga untuk luar Nganjuk. Setelah dipanen dan layak untuk dijual, brambang itu akan dibawa ke Pasar Sukomoro. Nantinya brambang tersebut akan dikirim ke seluruh wilayah Indonesia. (wib/tyo)