Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengenal Nama Dusun dan Desa Unik di Kota Angin (47) Nama Gajah Belor Pemberian Mbah Saleh

Redaksi Radar Nganjuk • Senin, 25 November 2024 | 16:52 WIB

Photo
Photo

NGANJUK,  JP Radar NganjukI- Nama Gajah Belor merupakan pemberian Mbah Saleh. Mbah Saleh ini dikenal sebagai prajurit kerajaan. Dia yang mbabat alas di Dusun Gajah Belor, Desa Plosoharjo, Kecamatan Pace.

Pemberian nama Dusun Gajah Belor merupakan ide dari Mbah Saleh. Hal ini diceritakan oleh Imam Mustakim, 50, warga Dusun Gajah Belor, Desa Plosoharjo, Pace. Dia adalah seorang prajurit dari Kerajaan Salatiga yang berlari ke wilayah Plosoharjo. Saat ditemukannya seekor gajah mengamuk, menurut cerita dari kakek Imam, Mbah Saleh sudah lanjut usia (lansia).

“Mbah Saleh bilang nanti gedhene zaman wilayah iki dijenengne Gajah Belor,” ujar Imam.

Menurut Imam, wilayah Dusun Gajah Belor selain dulunya hutan belantara juga ada bebatuan besar-besar. Lokasinya juga tidak jauh dari penemuan gajah mengamuk yang mati karena ditembak tentara Belanda. Oleh warga kemudian batu-batu besar tersebut ditanam.

Di salah satu masjid yang ada di Dusun Gajah Belor. “Ada batu sangat besar ditemukan warga saat membangun masjid. Melalui musyawarah, akhirnya batu-batu tersebut dipendam di bawah bangunan masjid,” terangnya.

Warga Dusun Gajah Belor percaya bahwa batu-batu besar itu merupakan peninggalan nenek moyang pada zaman dahulu termasuk danyang Mbah Saleh. Sehingga, mereka tidak berani memindah atau mengambil.

“Bentuk batunya memang langka tidak seperti batu pada umumnya, entah itu batu apa, tapi warga percaya itu peninggalan nenek moyang sehingga sebaiknya tidak diambil atau dipindahkan,” tuturnya. (ica/tyo)

Editor : Redaksi Radar Nganjuk