NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Salah satu wilayah yang jadi ikon di Nganjuk adalah Guyangan. Banyak orang hanya tahu bahwa Kelurahan Guyangan merupakan area lokalisasi terbesar di Nganjuk. Namun siapa sangka, bahwa wilayah itu diberi nama Guyangan karena dulunya merupakan tempat mandi untuk sapi atau kuda.
Sesepuh Guyangan, Muslimah mengatakan, menurut cerita dari almarhum ayah mertuanya yang dulunya sebagai Jogoboyo di kelurahan, nama Guyangan berasal dari kata 'Guyang' yang artinya menyiram air. “Dulu di daerah kampung baru itu ada waduk yang mengalir jadi sungai kecil. Di sana digunakan untuk memandikan hewan ternak seperti sapi atau kuda,” tuturnya.
Pada masa penjajahan Belanda dulu, alat transportasi masih berupa gerobak. Gerobak yang ditarik oleh sapi ataupun kuda. Karena di wilayah Guyangan ada pabrik gula. Sehingga, banyak gerobak sapi atau kuda melintas di sana karena menjadi transportasi para pekerja dan warga sekitar.
“Sehingga warga yang melintas menggunakan gerobak seringkali berhenti di waduk itu untuk istirahat sekalian untuk ngguyang sapi kudanya,” imbuhnya.
Lambat laun wilayah itu akhirnya disebut sebagai Guyangan. Kelurahan Guyangan menjadi penghubung berbagai kecamatan seperti Nganjuk, Rejoso, dan Berbek. Dahulu saat pusat pemerintahan berada di Kecamatan Berbek, seringkali bupati dahulu melewati Guyangan.
“Katanya bupati dulu sering beristirahat ke waduk itu saat perjalanan kemana-mana dari Berbek,” tutur Muslimah.
Saat ini waduk atau sungai kecil itu sudah tidak ada airnya. Kecuali saat musim penghujan. Itupun tidak mengalir deras. Sekarang juga sudah dibangun jembatan kecil, lokasinya tak jauh dari simpang empat Kelurahan Guyangan. (ica/tyo)
Editor : Redaksi Radar Nganjuk