Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengenal Nama Dusun dan Desa Unik di Kota Angin (57) Makam Mbah Anteng jadi Tempat Berlindung

Redaksi Radar Nganjuk • Senin, 9 Desember 2024 | 16:27 WIB

 

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Desa Pisang di Kecamatan Patianrowo pernah diterjang banjir puluhan tahun lalu. Uniknya, dari seluruh wilayah desa yang terkena banjir, hanya makam Mbah Anteng yang tidak terdampak. Sejak saat itu makam Mbah Anteng menjadi tempat keramat.

Desa Pisang di Kecamatan Patianrowo pernah terkena bencana alam puluhan tahun lalu. Yaitu, banjir. Tidak tanggung-tanggung, banjir tersebut menenggelamkan nyaris seluruh wilayah desa. Alhasil banyak pohon pisang dan pohon lainnya yang mati.

Namun uniknya, ada satu area yang tidak terdampak banjir. Yaitu sekitar makam Mbah Anteng. Mbah Anteng sendiri adalah sesepuh desa. Dia disebut sebagai orang yang mbabat alas desa tersebut. Dia juga yang memberi nama desa menjadi Desa Gedang hingga akhirnya berubah menjadi Desa Pisang.

“Jadi di area makam dan sebelah barat makam itu tidak terkena banjir,” ujar Kepala Desa Pisang Sunari kepada wartawan koran ini.

Tentu warga saat itu panik. Terlebih banyak di antara mereka yang memiliki hewan ternak. Beruntung, sekitar makam Mbah Anteng tidak terdampak banjir. Terutama di kebun pisang yang lokasinya di sebelat barat makam. Akibatnya, warga berbondong-bondong membawa barang berharga milik mereka ke area tersebut. Salah satunya hewan ternak.

Berhari-hari warga mengungsi di kebun pisang tersebut. Selama itu juga, puluhan hewan ternak juga diungsikan. Hingga akhirnya banjir surut. Warga dapat kembali ke rumah masing-masing. Tentunya dengan kondisi hewan ternak yang selamat.

“Banjir hebatnya sepertinya cuma satu kali itu, setelahnya tidak ada,” tambahnya.

Sejak saat itu, makam Mbah Anteng dikeramatkan. Nyaris setiap bulan sura, kegiatan nyadran dilakukan di tempat itu. Selain itu, ketika hendak melakukan acara besar di desa, warga selalu pamitan ke makam Mbah Anteng. Tujuannya adalah untuk meminta restu. Juga, untuk berdoa agar acara dapat lancar hingga selesai. (wib/tyo)

Editor : Redaksi Radar Nganjuk