Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengenal Nama Dusun dan Desa Unik di Kota Angin (66) Kelurahan Begadung Muncul karena Banyak Gadung

Redaksi Radar Nganjuk • Selasa, 24 Desember 2024 | 17:55 WIB

 

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Setiap desa mempunyai cerita atau sejarah masing-masing. Seperti di Kelurahan Begadung. Pemberian nama Begadung karena banyaknya tanaman gadung di sana. Sehingga, warga akhirnya menyebut daerah tersebut dengan nama Begadung.

“Begadung berasal dari Bahasa Jawa yaitu Kebek Gadung, yang artinya penuh dengan tanaman gadung. Disingkat jadi Begadung,” ujar Yoyok Prasetyono, perangkat Kelurahan Begadung kemarin. Awalnya Begadung adalah desa. Namun, pada 1990 berubah menjadi kelurahan. Hingga saat ini menjadi Kelurahan Begadung.

Sayang, perkembangan zaman membuat tanaman gadung yang dulunya banyak dijumpai di pekarangan warga mulai hilang. Jarangnya warga menanam gadung menjadi penyebabnya. Maklum, untuk mengolah gadung menjadi keripik tidak semudah membalikkan telapak tangan. Harus diolah dengan benar. Jika tidak maka orang yang makan bisa keracunan. “Bisa mendem gadung kalau mengolahnya tidak benar,” ingat Yoyok.

Susahnya mengolah gadung dengan benar ini yang membuat warga setempat memilih tidak menanam gadung. Mereka lebih memilih menanam tanaman yang mudah dikonsumsi, seperti pisang atau mangga.

Selain itu, tanaman gadung juga membutuhkan air yang banyak. Menurut Sekretaris Kelurahan Begadung Drajad Soerjatmoko, wilayah Kelurahan Begadung masuk wilayah perkotaan. Otomatis, pengairannya tidak seperti desa. Sehingga, tanaman gadung menjadi sulit tumbuh subur di sana.  “Sekarang kalau ingin makan keripik gadung ya harus beli,” ujarnya.

Selain tidak menjumpai banyaknya tanaman gadung, siapa yang babat alas di Kelurahan Begadung juga tidak diketahui secara pasti. Yoyok dan warga meyakini jika Eyang Sentono Kaman Dowo menjadi salah satu orang yang babat alas. Karena itu, makam Eyang Sentono Kaman Dowo yang ada di Dusun Sanggrahan dijadikan punden. Dusun Sanggrahan ini masih berada di wilayah Kelurahan Begadung. Hal ini dipercaya turun-temurun. Sedangkan, sejarah siapa yang tinggal pertama tidak ada dalam catatan di Kantor Kelurahan Begadung. “Kami hanya tahu dari cerita nama Kelurahan Begadung dari para orang tua,” ujarnya. (ica/tyo)

Editor : Redaksi Radar Nganjuk