Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengenal Nama Dusun dan Desa Unik di Kota Angin (69) Pelem Muncul karena Banyak Tanaman Mangga

Redaksi Radar Nganjuk • Jumat, 27 Desember 2024 | 18:26 WIB

 

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Desa Pelem menjadi salah satu desa di Kabupaten Nganjuk sebelah timur. Desa yang berada di Kecamatan Kertosono itu diberi nama dari buah-buahan. Karena pada zaman dahulu, banyak ditemukan buah pelem atau mangga di lokasi tersebut.

Desa Pelem di Kecamatan Kertosono menjadi salah satu desa yang memiliki nama unik. Namanya diambil dari kata buah-buahan. Yaitu pelem, atau dalam Bahasa Indonesia berarti mangga.
Penamaan itu berasal dari kondisi desa pada zaman dahulu. Seperti yang dikatakan oleh Tugino, 68, warga sekitar. Dia mengatakan, pada zaman dahulu kala, ada seorang yang mbabat alas wilayah Desa Pelem. Dulu orang itu mulai mbabat alas wilayah desa dari Dusun Klinter terlebih dahulu. Lalu, menuju ke arah timur. Hingga berhenti ke jalan yang kini diberi nama Jalan PK Bangsa.
“Katanya dulu proses mbabat alas itu sekitar tahun 1800 atau 1900, sebelum Indonesia merdeka,” ujarnya.
Saat proses itu, banyak ditemukan buah-buahan di lokasi. Setidaknya ada beberapa buah yang paling banyak ditemukan. Seperti mangga, jambu, rambutan, hingga langsep. Namun dari banyaknya buah-buahan yang ditemukan, mangga menjadi yang paling banyak. Berawal dari hal itu, desa tersebut lalu diberi nama Desa Pelem. Bertahan hingga saat ini.
“Perbatasan desa terus berubah. Beberapa daerah masuk Desa Kutorejo,” tambahnya.
Sementara itu, dari pantauan wartawan koran ini, tanaman mangga sudah tidak banyak ditemukan di Desa Pelem. Tugino pun membenarkan hal itu. Alasannya, sejak puluhan tahun lalu, banyak pendatang yang kini menetap di desa yang memiliki empat dusun tersebut.
Mayoritas warga tersebut adalah pedagang. Karena hal itu, lahan kosong yang dulunya ditanami pohon mangga berubah menjadi area pertokoan. Meski sudah tidak temukan banyak pohon mangga, nama desa tersebut tidak berubah. Masih Desa Pelem.
“Sekarang tanaman pelem-nya tidak ada. Sudah diganti area pertokoan dan rumah,” tandasnya. (wib/tyo)

Editor : Redaksi Radar Nganjuk