NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kelurahan Bogo, Kecamatan Nganjuk punya tradisi yang unik setiap tahun. Yakni, adanya pertunjukkan reog saat nyadran. Hiburan reog itu tak hanya digelar di kelurahan, namun juga keliling di area Kelurahan Bogo.
"Nyadran atau bersih desa dilakukan pada Jumat Legi di Bulan Sura," ujar Lurah Bogo Semianto. Rangkaian acaranya digelar mulai dari tasyakuran dan doa bersama di punden Mbah Watu yang ada di timur kantor kelurahan.
“Setelah itu keesokannya baru digelar hiburan reog, yang main reognya juga warga sini,” ujar Semianto. Yang menarik, reog tak hanya berdiam di area kelurahan seperti yang dilakukan oleh desa atau kelurahan lain saat ada hiburan waktu nyadran. Melainkan keliling Kelurahan Bogo.
“Tujuannya untuk mengingat satu sama lain antar masyarakat, lebih rukun lagi, dan bentuk menghormati kepada yang babat alas,” ujar Semianto.
Hiburan reog ini merupakan hiburan wajib. Karena jika tidak ada saat ritual nyadran. Maka warga akan mendapatkan musibah. Karena pernah dulu tidak digelar hiburan reog. Sehingga, banyak warga yang mengalami kerasukan sampai sakit.“Warga percaya bahwa reog harus selalu ada sebagai hiburan waktu nyadran agar selamat,” tandasnya. (ica/tyo)