NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Desa Klurahan di Kecamatan Ngronggot memiliki tempat yang dianggap keramat. Yaitu makam yang dipercaya jadi tempat moksa Ki Ageng Kampuh. Mayoritas peziarah datang ke tempat tersebut untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Saat terkabul, pengunjung wajib kembali ke tempat tersebut untuk tasyakuran.
Desa Klurahan di Kecamatan Ngronggot memiliki banyak gang. Salah satu yang paling ramai adalah Gang Punden. Lokasinya berada di area barat desa. Gang itu menuju ke sebuah tempat. Yaitu Makam Ki Ageng Kampuh atau yang juga dikenal dengan Mpu Sindok.
Namun bukan makam secara harfiah. Karena masyarakat percaya, tempat yang dijadikan makam itu adalah tempat moksa dari Ki Ageng Kampuh yang disebut sebagai sesepuh desa. “Tempat ini dipercaya sebagai tempat moksanya Ki Ageng Kampuh,” terang Supriono, 50, juru kunci tempat tersebut.
Supriono mengatakan, nyaris setiap hari tempat itu dikunjungi orang-orang. Jumlahnya memang tidak banyak. Hanya hitungan jari. Namun di hari tertentu, jumlahnya dapat bertambah. Hingga puluhan.
Pengunjung itu memiliki tujuan. Salah satunya berdoa. Mereka percaya, saat berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan bernazar di tempat itu, maka doa tersebut akan terkabul. Entah doa untuk minta rezeki, jodoh, dan masih banyak yang lainnya.
Namun Supriono mengatakan, ada syarat bagi peziarah yang ingin berdoa. Yaitu saat doa itu terkabul, mereka harus kembali. Karena dalam doa itu, pengunjung diminta untuk bernazar. “Kalau ingin terkabul pengunjung juga harus bernazar,” tambahnya.
Uniknya, bukan masyarakat Kabupaten Nganjuk yang sering datang ke tempat itu. Melainkan masyarakat dari luar Kabupaten Nganjuk. Bahkan hingga ke luar Pulau Jawa. “Peziarah yang datang ke sini malah dari luar daerah. Kalau dari Nganjuk datang ke sini waktu bersih desa saja,” tandasnya. (wib/tyo)
Editor : Redaksi Radar Nganjuk