Ada lagi nama kelurahan di Kecamatan Nganjuk yang unik karena berasal dari nama tanaman. Yaitu, Kelurahan Werungotok. Kelurahan tersebut ada karena banyaknya pohon weru dan otok.
Lurah Werungotok, Yudi Santoso, berdasarkan cerita dari para sesepuh, pemberian nama Werungotok karena pada saat dibabat alas, banyak sekali tumbuh pohon weru dan otok. Sayang, siapa nama orang yang babat alas belum diketahui. "Pohonnya besar-besar. Kalau pohon otok juga besar dan juga rantingnya sangat ulet dan keras tidak gampang patah," ujar Yudi.
Karena banyaknya pohon weru dan otok tersebut, masyarakat dahulu memberikan nama Desa Werungotok sebelum akhirnya berganti status menjadi kelurahan. Sayangnya, setelah berjalannya waktu, saat ini kedua pohon tersebut sudah tidak tumbuh lagi wilayah tersebut. Pohonnya yang besar membuat akar pohon otomatis ikut membesar. Sehingga, jika dibiarkan bisa menganggu bangunan rumah warga. Oleh karena itu, warga memilih untuk menebang pohon-pohon itu. "Ya mungkin beberapa warga yang masih tumbuh pohon weru atau otok di rumahnya. Namun sudah tidak banyak," ungkap Yudi.
Salah satu rumah warga yang masih tumbuh pohon itu adalah Pudjianto,70, salah satu sesepuh di Kelurahan Werungotok. "Masih ada pohon otok di pekarangan rumah," ujar Pudjianto. Menambahkan keterangan Lurah Yudi, pohon otok adalah pohon yang jenis kayunya sangat keras. Susah sekali dipotong meskipun rantingnya.
Lebih lanjut, tak hanya pohon weru dan otok, di wilayah Werungotok memang banyak sekali tumbuh pepohonan maupun tumbuhan lain. Terlihat di sepanjang jalan arah ke balai kelurahan juga banyak tumbuh pohon yang besar-besar. Selain itu, sama dengan desa atau kelurahan lain di Kota Angin, Werungotok juga punya tradisi, ritual maupun mitos yang masih dipercaya hingga saat ini. (ica/tyo)