Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengenal Nama Dusun dan Desa Unik di Kota Angin (84) Kedungdowo karena Memiliki Sungai Panjang

Novanda Nirwana • Jumat, 7 Februari 2025 | 17:46 WIB
Photo
Photo

Desa Kedungdowo adalah salah satu desa di Kecamatan Nganjuk. Meski berada di wilayah perkotaan tetapi Desa Kedungdowo, warganya mayoritas adalah petani. Ini karena Desa Kedungdowo memiliki sungai yang panjang. Adanya sungai di desa inilah yang membuat nama Kedungdowo akhirnya muncul.

Kedungdowo merupakan gabungan dua kata dalam Bahasa Jawa. Kedung artinya sungai. Kemudian, dowo artinya panjang. Jadi, Kedungdowo adalah sungai panjang. “Desa Kedungdowo ini berada di aliran Sungai Widas yang panjang makanya namanya Kedungdowo,” ujar Kepala Desa Kedungdowo Suprapto.

Yang menarik, sungai di Desa Kedungdowo tidak pernah kering. Bahkan, saat musim kemarau, sungai tersebut masih memiliki air. Sehingga, warga di sana, tidak pernah mengalami kekeringan atau takut kesulitan mendapatkan air bersih.

Adanya sungai di Desa Kedungdowo membuat warga memanfaatkannya untuk pengairan. Mayoritas warga bertani. Pertanian menjadi mata pencaharian warga Desa Kedungdowo. “Petani di sini banyak yang menanam brambang,” ujar Suprapto.

Dengan adanya sungai tersebut, Suprapto mengatakan, pengairan tanaman brambang tidak pernah mengalami kesulitan air. Karena air di sungai tidak pernah habis. Warga bisa menyirami tanaman brambang setiap saat.

Yang menarik, brambang yang dihasilkan Desa Kedungdowo tidak hanya untuk konsumsi atau bumbu masakan. Namun, desa ini menjadi penghasil bibit brambang. Karena setiap musim kemarau, petani masih bisa membuat bibit brambang. Kemudian, bibit brambang itu dijual ke wilayah Nganjuk hingga ke luar pulau. “Ada yang dijual ke Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi,” ujarnya.

Brambang dari Desa Kedungdowo ini memiliki keunikan. Tanaman brambang ini bisa ditanam di wilayah mana saja di Indonesia. Karena itu, petani luar kota hingga pulau, banyak yang memesan bibit brambang ke petani di Desa Kedungdowo. “Desa Kedungdowo ini menjadi penyumbang bibit bawang merah tingkat nasional,” ungkap Suprapto. (nov/tyo)

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#unik #Kedungdowo #nganjuk #sejarah