Desa Balongpacul di Kecamatan Nganjuk memiliki kisah yang unik.
Nama Balongpacul ini karena zaman dahulu dengan orang yang mbabat alas.
Namanya Mbah To. Ia dikenal sebagai sesepuh sakti yang bisa mengusir Banaspati.
Dulu ada sebuah pohon Juwuran di Desa Balongpacul.
Penunggunya adalah Banaspati. Mbah To, orang yang babat alas Desa Balongpacul yang dikenal kesaktiannya.
Dia berhasil mengusir Banaspati dengan cara membakar tulang di pohon yang ditempatinya.
“Pohon Juwurannya besar, sekarang sudah tidak ada,” ujar Bingah, 76, warga Desa Balongpacul.
Salah satu sesepuh itu bercerita zaman dahulu ada seorang pria yang yang mbabat alas wilayah tersebut.
Sebutannya Mbah To. Namun tidak ada yang tahu nama asli pria itu.
Bahkan tidak ada yang tahu makamnya di mana.
Menurut orang tua Bingah zaman dahulu, Mbah To dan Banaspati penunggu pohon Juwuran ada perselisihan.
Apa yang menyebab mereka berselisih, Bingah tidak tahu secara pasti.
“Banaspati itu kalau turun kepalanya di bawah, makanannya orang,” ungkap Bingah.
Kerap kali Mbah to mengumpulkan tulang belulang dari ayam hingga sapi.
Tulang tersebut dikumpulkan di bawah pohon Juwuran. Setelah itu, langsung dibakar.
Mengetahui Mbah To membakar tulang tersebut, Banaspati tidak kuat dengan aroma yang dihasilkan.
“Akhirnya Banaspati ngga kuat dengan baunya terus menghilang,” ujarnya.
Dari cerita itulah, Bingah beranggapan bahwa nama Desa Balongpacul ada kaitannya dengan cerita tersebut.
Desa Balungpacul sendiri terletak paling timur di Kecamatan Nganjuk.
Perbatasan langsung dengan tol. (nov/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira