NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Penjual bunga tabur di Kabupaten Nganjuk kebanjiran rejeki jelang Ramadan.
Alasan karena peminat bunga tabur terus meningkat. Terlebih menjelang dua minggu Ramadan.
Alhasil pedagang terus menambah stok bunga.
“Sekarang satu kresek dijual Rp 3 ribu, tapi nanti kalau udah mendekati puasa bisa sampai Rp 10 ribu,” ujar salah satu penjual bunga tabur di belakang Pasar Wage, Winarni, 35.
Jika hari biasanya Winarni membawa satu kilogram. Namun saat ini ia menambah sedikit demi sedikit.
Bahkan lima hari jelang Ramadan ia bisa membawa sampai lima kilogram.
Bunga tabur yang dia bawa pun cukup beragam.
Seperti bunga mawar, melati, gading, mawar putih, kantil. Ia membelinya dari Tulungagung dan Blitar.
Harga kulakan bunganya pun mulai naik.
Jika sebelumnya bunga tabur satu kilogram dengan harga Rp 25 ribu, jika jelang hari raya naik menjadi Rp 150 – 200 ribu.
“Kalau bunga mawar mahal, saya campur dengan bunga lain yang lebih murah,” ujar perempuan asal Dusun Kalangan, Desa Candirejo, Kecamatan Loceret.
Selain menjual di pasar Wage, Winarni juga melayani pesanan.
Namun, pembelinya kebanyakan langsung membeli secara dadakan.
Baca Juga: Instruksi Mega Bikin Bingung?, Kepala Daerah dari PDIP Tunda Ikut Retreat di Magelang
“Bunga gini kan harus ngedadak belinya biar fresh,” tandasnya. (nov/wib)