Kelurahan Warujayeng memiliki nama lingkungan yang unik. Yaitu Grajen. Dulu warga sekitar menyebutnya Grajen Karangrejo.
Namun seiring perkembangan zaman, namanya hanya Grajen. Hal ini karena di sana banyak penggergajian kayu.
Grajen termasuk di wilayah Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom. Nama Grajen sendiri tidak muncul begitu saja.
Melainkan dulu lingkungan tersebut merupakan kawasan Pabrik Gula Pujon Manis. Di Lingkungan Grajen tersebut tempatnya gergaji untuk orang-orang pabrik gula.
“Dulu di sini tempatnya orang-orang graji makanya diberi nama Grajen,” ujar Ketua RW 03 Lingkungan Grajen Suwondo.
Zaman dulu, rumah masyarakat Grajen mayoritas berdinding kayu. Sehingga masyarakat kerap kali memotong kayu menggunakan graji manual.
Menurut Suwondo, peristiwa itu terjadi sejak zaman dahulu. Pada waktu itu, Grajen sangatlah ramai.
Sehingga dinamakan Grajen Karangrejo. Karangrejo sendiri dari kata Karangan yang ramai.
Nama Grajen Karangrejo sepertinya terlalu panjang. Sehingga masyarakat lebih memilih untuk menyebut wilayah tersebut dengan Grajen.
“Akhirnya karangrejo dihilangkan. Jadi, hanya Grajen aja,” paparnya.
Sebagian besar masyarakat Lingkungan Grajen bekerja sebagai tukang gergaji. Sering warga dari luar daerah meminta tolong warga Grajen untuk memotong kayu.
Mereka kemudian mendapat upah. Hingga kini, masih ada warga Lingkungan Grahen yang bekerja sebagai tukang gergaji.
“Tukangnya gergaji ya ada di sini, tapi sekarang gergajinya pakai mesin,” ungkap Suwondo.
Untuk kayu yang digergaji bermacam-macam. Mulai dari trembesi hingga jati.
Kegunaannya pun bermacam-macam. Yakni meja, kursi, lemari dan lain sebagainya.
Semua dilakukan warga Lingkungan Grajen sesuai dengan permintaan warga. “Kami siap saja minta digergaji untuk apa saja kayunya,” ujarnya. (nov/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira