Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Pantangan Bangun Rumah Hadap Utara untuk Menghindari Malapetaka

Endro Purwito • Kamis, 20 Maret 2025 | 23:00 WIB
Pantangan Bangun Rumah Hadap Utara untuk Menghindari Malapetaka
Pantangan Bangun Rumah Hadap Utara untuk Menghindari Malapetaka

JP Radar Nganjuk- Setiap daerah di Nusantara memiliki adat istiadat tersendiri. Kondisi ini tidak terlepas dari mitos yang diyakini masyarakat setempat. Seperti di Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur misalnya.

Di daerah ini mempunyai sebuah mitos yang dipercaya oleh warga bahwa mereka tidak diperkenankan membangun rumah menghadap ke utara.

Sehingga hampir semua bangunan didirikan dengan posisi menyamping. Itu demi menghindari pintu depan rumah menghadap ke arah utara.

Karena itu, walau jalan besar di desa seluas sekitar 675,02 hektare tersebut membujur dari timur ke barat, bangunan rumah warga yang berada di sebelah selatan jalan sengaja dibangun membelakangi jalan atau menyamping.

Tak satupun yang rumahnya menghadap utara. Masyarakat di sana meyakini pantangan itu karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Pasalnya, bila ada yang berani melanggar, dipercaya akan membawa malapetaka hingga kematian.

Bahkan pintu rumah, termasuk yang berada di belakang atau samping, pun tidak ada yang dipasang mengarah ke utara.

Kepercayaan warga ini sudah dipercaya secara turun-menurun. Bukan hanya rumah. Namun setiap bangunan di Mliwang, seperti sekolah, pos kamling, hingga warung tak ada yang menghadap utara.

Bentuk petaka itu bisa berupa penyakit bahkan sampai menyebabkan penghuninya meninggal dunia.

Dahulu pernah ada yang nekat membangun rumah menghadap utara, ternyata terjadi peristiwa yang di luar nalar.

Kabarnya, pada malam hari rumah tersebut didatangi macan putih sebesar kerbau yang meraung-raung seperti marah besar. Setelah itu si penghuni rumah didera penyakit parah sehingga akhirnya meninggal dunia.

Rumahnya pun menjadi tidak terurus lantaran tidak ada yang berani menempati, sampai akhirnya bangunan tersebut roboh dengan sendirinya setelah sekian tahun tanpa penghuni.

Sebagian masyarakat meyakini kejadian itu gara-gara rumahnya menghadap utara. Padahal sebelumnya sudah diingatkan tapi tak dihiraukan.

Konon pantangan itu mengikuti petuah pendiri desa yang dahulu membabat alas di sana.

Hal ini terkait erat dengan sosok Sayyid Abdullah atau Ki Buyut yang merupakan penyiar agama islam di tanah Bumi Wali, khususnya di Desa Mliwang.

Hingga kini makamnya masih kerap dikunjungi peziarah setiap hari Rabu malam Kamis.

Setelah meninggal dunia, Ki Buyut dimakamkan di lereng bukit di sebelah utara desa.

Hingga sekarang tokoh ini tak ubahnya pepunden (tokoh gaib) yang dihormati warga setempat.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#malapetaka #Bangunan Rumah #rumah #Pantangan