Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Mengenal Orde Baru, Kapan Bermula, dan Bagaimana Cerita Sejarahnya

Ilmidza Amalia Nadzira • Minggu, 23 Maret 2025 | 05:11 WIB
Peristiwa Reformasi Masa Orde Baru 1998
Peristiwa Reformasi Masa Orde Baru 1998

Orde Baru dalam sejarah Indonesia dimulai pada tahun 1966 setelah berakhirnya pemerintahan Orde Lama di bawah Presiden Soekarno. 

Era ini ditandai dengan naiknya Soeharto sebagai presiden kedua Indonesia, yang memimpin negara selama lebih dari tiga dekade hingga tahun 1998. 

Orde Baru dikenal dengan fokusnya pada stabilitas politik, pembangunan ekonomi, dan pengendalian ketat terhadap kehidupan politik dan sosial.

Salah satu ciri utama Orde Baru adalah kebijakan pembangunan ekonomi yang ambisius. Pemerintah memperkenalkan program-program seperti Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur, pertanian, dan industrialisasi. 

Hasilnya, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan, termasuk swasembada beras pada tahun 1984. 

Namun, keberhasilan ini sering kali diiringi dengan kritik terhadap ketimpangan ekonomi dan korupsi yang meluas.

Dalam bidang politik, Orde Baru menekankan stabilitas dengan membatasi kebebasan politik dan mengontrol partai-partai politik. Sistem ini dikenal dengan istilah asas tunggal Pancasila, di mana semua organisasi politik dan sosial diwajibkan untuk berlandaskan Pancasila.

Selain itu, media massa diawasi ketat, dan kritik terhadap pemerintah sering kali dibungkam.

Namun, Orde Baru juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk krisis ekonomi Asia pada tahun 1997 yang memicu inflasi tinggi, pengangguran, dan ketidakstabilan sosial. Krisis ini, bersama dengan tekanan dari gerakan reformasi, akhirnya menyebabkan jatuhnya Soeharto pada tahun 1998, menandai berakhirnya era Orde Baru dan dimulainya era Reformasi.

Jadi, Orde Baru adalah periode yang kompleks dalam sejarah Indonesia, dengan pencapaian di bidang pembangunan ekonomi, tetapi juga kritik terhadap otoritarianisme dan pelanggaran hak asasi manusia. 

Era ini meninggalkan warisan yang masih menjadi bahan diskusi hingga saat ini.

Penulis: Laila Karima

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#orde baru