Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Melihat Tradisi Warga Nganjuk jelang Lebaran, Pagi Malam Berburu Baju Baru

Novanda Nirwana • Minggu, 23 Maret 2025 | 20:07 WIB
Melihat Tradisi Warga Nganjuk jelang Lebaran, Pagi Malam Berburu Baju Baru
Melihat Tradisi Warga Nganjuk jelang Lebaran, Pagi Malam Berburu Baju Baru

ADA sebuah pemandangan yang jarang terlihat kecuali saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Yaitu toko pakaian yang diserbu oleh pengunjung.

Mereka mencari baju baru yang akan digunakan saat Lebaran nanti. Pemandangan itu mulai terlihat beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Amin Fuadi melihat fenomena itu dari sudut pandang lain.

Kegiatan membeli baju baru tidak hanya dikaitkan dengan kegiatan pamer di hari Lebaran.

Lebih dari itu, Amin mengatakan memakai baju baru saat Lebaran dapat dikaitkan dengan membangun semangat baru.

“Ungkapan dari kemenangan dan kebahagiaan setelah kita berperan melawan hawa nafsu selama satu bulan,” ujarnya.

Tak hanya itu, tradisi mengenakan pakaian baru saat Lebaran menunjukkan sebuah keinginan untuk memulai perayaan dengan suasana yang segar dan semangat yang baru.

Pakaian baru di sini berfungsi sebagai representasi dari semangat baru yang dihadirkan oleh momen penting.

Pakaian baru juga menjadi simbol dari kesucian dan kesucian hati dalam menyambut perayaan Lebaran.

Penggunaan pakaian baru diharapkan membawa energi positif dan keberkahan dalam merayakan kemenangan setelah menjalani bulan suci Ramadhan.

Dari catatan sejarawan, Amin menjelaskan, tradisi tersebut dimulai sekitar tahun 1596. Yakni dari Kesultanan Banten.

Pemakaian baju baru saat lebaran semacam euphoria. Sebab ulamanya menganjurkan memakai pakaian terbaik.

“Sebenarnya bukan pakaian terbaru tetapi pakaian terbaik, pakaian terbaik mungkin diterjemahkan masyarakat menjadi pakaian baru,” paparnya.

Selain dari Kesultanan Banten ada juga dari Kerajaan Mataram Islam. Pada awalnya hanya dari kalangan pejabatan kerajaan saja.

Namun demikian akhirnya itu juga berpengaruh pada warga masyarakatnya.

Baca Juga: Perajin Anyaman Bambu di Nganjuk harus Merasakan Tangan yang Sering Tlusupen

“Sehingga masyarakatnya juga terpengaruh untuk memakai pakaian baru,” pungkasnya.

Dengan demikian, tradisi mengenakan pakaian baru saat Lebaran bukan hanya sekedar kebiasaan.

Namun juga merupakan bagian dari makna yang mendalam dalam menyambut kemenangan. (nov/wib)

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#lebaran #nganjuk #tradisi #baju baru #KOTA ANGIN