Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

William Bullock Penemu Mesin Cetak yang Meninggal akibat Produk Ciptaannya

Endro Purwito • Rabu, 26 Maret 2025 | 00:16 WIB
Photo
Photo

JP Radar Nganjuk- Nasib dan garis hidup para penemu atau inovator tidak semua sama. Sebagian termasyhur berkat karya cipta mereka. Namun ada juga penemu yang menemui ajal akibat barang ciptaan mereka sendiri. 

  Tragedi itu salah satunya menimpa William Bullock. Dia adalah penemu mesin cetak putar gulungan. Hasil penemuannya menjadi solusi sejumlah persoalan teknis.

  Kala itu pada abad ke-19 banyak perusahaan penerbitan raksasa mulai berkembang. Pasalnya, permintaan akan surat kabar melambung. Akan tetapi teknologi mesin percetakan saat itu masih terbatas.

  Nah, pada tahun 1860-an, William Bullock membantu merevolusi industri percetakan di Amerika Serikat. Hal itu setelah ia menemukan mesin cetak putar gulungan sehingga menjadi solusi sejumlah persoalan teknis.

   Mesin cetak Bullock memungkinkan gulungan kertas ukuran besar diumpankan secara otomatis ke rol-rol secara terus menerus. Sementara, mesin cetak sebelumnya membutuhkan pengerjaan manual yang melelahkan.

Baca Juga: Sudah Tahu Belum? Penari Tayub Harus Ikut Wisuda dan Jalani Ritual Mistis

   Mesin temuan Bullock juga secara otomatis mencetak surat kabar di kedua sisi kertas, melipatnya, dan memotong-motong lembaran kertas dengan cepat dan tepat.

  Pada April 1867, Bullock sedang melakukan penyesuaian untuk salah satu mesin cetaknya. Mesin ini untuk mencetak surat kabar Philadelphia Public Ledger.

  Nahasnya, sabuk penggerak mesin tiba-tiba terlepas dari katrol. Alih-alih mematikan mesin cetak putar, Bullock menendang mesin agar berfungsi seperti kepercayaan orang-orang dulu.

   Tetapi akibatnya justru fatal. Celaka, kakinya terjerat dalam sabuk. Meski sempat dirawat di rumah sakit, Bullock mengalami gangren dan meninggal dunia saat operasi amputasi kakinya.

   Kendati begitu pada tahun 1964, Bullock diberi penghargaan dengan plakat yang bertuliskan: "Penemuannya atas mesin cetak putar (1863) memungkinkan terbitnya surat kabar modern”.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira