JP Radar Nganjuk - Hari Raya Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Saka dalam kalender Hindu Bali yang ditandai dengan periode 24 jam tanpa aktivitas di seluruh Pulau Bali.
Pada hari Nyepi, segala bentuk kegiatan seperti lalu lintas, bisnis, hiburan, dan perjalanan dihentikan.
Bahkan, lampu-lampu di rumah dimatikan untuk menciptakan suasana tenang yang memungkinkan umat Hindu untuk melakukan refleksi diri.
Perayaan Nyepi dimulai dengan beberapa ritual penting.
Salah satunya adalah Melasti, yang bertujuan untuk menyucikan diri sebelum Nyepi.
Upacara ini melibatkan pembersihan benda-benda sakral yang dimiliki oleh pura dan pengambilan air suci dari laut.
Pada malam sebelum Nyepi, diadakan pawai Ogoh-Ogoh, di mana patung-patung besar yang melambangkan roh jahat atau kekuatan negatif diarak keliling desa.
Setelah pawai, ogoh-ogoh tersebut dibakar sebagai simbol pengusiran energi negatif.
Selama hari Nyepi, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yang terdiri dari empat pantangan:
Baca Juga: Cek Jadwal Buka Puasa dan Imsakiyah di Nganjuk Hari Ini Senin 24 Maret 2025
1. Amati Geni: Tidak menyalakan api atau cahaya, termasuk listrik.
2. Amati Karya: Tidak bekerja.
3. Amati Lelunganan: Tidak bepergian.
4. Amati Lelanguan: Tidak melakukan hiburan atau kesenangan.
Pantangan-pantangan ini bertujuan untuk menciptakan suasana hening yang memungkinkan umat Hindu untuk berintrospeksi dan merenung.
Baca Juga: Dampak Negatif Rusaknya Jam Biologis Tubuh Saat Puasa yang Perlu Kamu Ketahui!
Setelah Nyepi, pada hari berikutnya, terdapat tradisi Ngembak Geni, di mana keluarga dan teman-teman berkumpul untuk saling memaafkan dan merayakan Tahun Baru Saka dengan penuh sukacita.
Penulis: Effa Desiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira