Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Simak Asal Usul Ogoh-Ogoh, Tradisi Pengusiran Energi Negatif dan Makna Spiritual dalam Perayaan Hari Raya Nyepi Bali

Redaksi Radar Nganjuk • Minggu, 30 Maret 2025 | 15:30 WIB
Asal-usul Ogoh Ogoh
Asal-usul Ogoh Ogoh

JP Radar Nganjuk - Ogoh-ogoh adalah patung besar yang digunakan dalam perayaan Hari Raya Nyepi di Bali.

Patung-patung ini biasanya menggambarkan makhluk mitologi atau roh jahat, yang dipercaya melambangkan kekuatan-kekuatan negatif yang ada di alam semesta.

Asal mula tradisi ogoh-ogoh sebenarnya relatif baru, muncul pada tahun 1980-an.

Sebelumnya, patung-patung besar serupa digunakan dalam upacara pembakaran mayat (pelebon) yang diadakan oleh keluarga kerajaan.

Patung-patung ini juga digunakan dalam ritual ngelawang, yaitu tradisi mengarak patung Barong keliling desa untuk mengusir roh jahat.

Kata "ogoh-ogoh" sendiri berasal dari bahasa Bali yang berarti patung yang digoyang-goyangkan.

Nama ini merujuk pada cara patung-patung tersebut diarak dengan gerakan yang menggambarkan proses pengusiran roh jahat.

Awalnya, masyarakat Bali merayakan Nyepi dengan ritual Pangrupukan, yang melibatkan caru (sesajen), pembakaran obor dari daun kelapa, serta menciptakan suara keras menggunakan alat musik tradisional.

Namun, tradisi pawai ogoh-ogoh kemudian ditambahkan, menjadi bagian dari ritual pengusiran energi negatif sebelum Tahun Baru Saka.

Ogoh-ogoh berfungsi untuk melambangkan pengusiran kekuatan jahat dan energi buruk dari lingkungan sekitar.

Setelah pawai, patung-patung ini biasanya dibakar sebagai simbol penyucian dan pembersihan diri menjelang hari Nyepi.

Saat ini, tradisi ogoh-ogoh tidak hanya ada di Bali, tetapi juga di beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Jawa Timur, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat.

Bahkan, di luar negeri, ogoh-ogoh pernah diarak dalam parade budaya, menunjukkan pengaruh tradisi Bali yang semakin meluas.

Penulis: Effa Desiana Hidayah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#bali #ogoh ogoh #tradisi