JP Radar Kediri - Saat Idulfitri tiba, suasana di Turki dipenuhi oleh aroma manisan dan keceriaan. Warga Turki menyambut momen suci ini dengan tradisi unik yang dikenal sebagai Şeker Bayramı atau Festival Gula. Perayaan ini berlangsung selama tiga hari usai Ramadan, menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan dalam cita rasa manis.
Sesuai namanya, Şeker Bayramı identik dengan berbagi manisan. Hampir setiap rumah di Turki menyajikan camilan manis seperti cokelat, permen, serta kue tradisional khas negeri tersebut. Makanan-makanan ini diberikan kepada keluarga, kerabat, tetangga, dan siapa saja yang datang bertamu.
Tradisi ini semakin semarak dengan kehadiran anak-anak yang berkeliling dari rumah ke rumah. Sambil mengucapkan ucapan Idulfitri, mereka membawa kantong kecil untuk mengumpulkan berbagai manisan dari para tetangga. Keceriaan anak-anak ini menjadi salah satu pemandangan khas yang selalu dinanti saat Lebaran di Turki.
Tak hanya soal manisan, Şeker Bayramı juga diwarnai dengan budaya silaturahmi. Generasi muda mendatangi rumah sanak saudara dan kerabat untuk bermaaf-maafan, menghormati yang lebih tua, serta mempererat hubungan kekeluargaan.
Sebagai tanda kasih, para orang tua biasanya memberikan hadiah kecil atau uang kepada anak-anak sebagai doa dan harapan untuk masa depan mereka.
Baca Juga: Inilah Deretan Ucapan Selamat Lebaran Ala Gen Z, Mana Favoritmu?
Selain manisan seperti cokelat dan permen, dua hidangan khas yang tak pernah absen di meja warga Turki saat Lebaran adalah baklava dan Turkish delight. Baklava, kue berlapis dengan isian kacang dan sirup manis, serta Turkish delight, permen kenyal dengan beragam rasa buah, menjadi simbol kebahagiaan dalam perayaan ini.
Uniknya lagi, beberapa kota di Turki turut memberikan fasilitas transportasi umum gratis selama perayaan berlangsung. Kebijakan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat bersilaturahmi dan mengikuti berbagai kegiatan saat liburan Idulfitri.
Tradisi Şeker Bayramı menjadi cerminan budaya Turki yang kaya akan nilai kekeluargaan, keramahan, serta semangat berbagi. Momen ini bukan sekadar perayaan agama, melainkan juga pesta kebahagiaan yang dibalut dalam kemanisan yang tak terlupakan.
Penulis: Aurellsya Jessica Putri Editya, Mahasiswa Magang Universitas Dian Nuswantoro Kediri.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira