Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Bagi-Bagi THR jadi Momen saling Berbagi dengan Saudara dan Tetangga saat Lebaran

Novanda Nirwana • Minggu, 6 April 2025 | 19:11 WIB
Bagi-Bagi THR jadi Momen saling Berbagi dengan Saudara dan Tetangga saat Lebaran
Bagi-Bagi THR jadi Momen saling Berbagi dengan Saudara dan Tetangga saat Lebaran

MEMBERIKAN amplop lebaran saat perayaan Idul Fitri sudah menjadi salah satu tradisi yang wajib dilakukan. Bahkan, mereka bukan hanya membagikan uang ke saudara.

Melainkan juga kepada siapa saja yang datang untuk bertamu ke rumahnya. Kisaran uang yang didapatkan juga berbeda, mulai dari uang kertas Rp 2.000 hingga ratusan ribu.

Salah satu warga asal Kelurahan Bogo, Nganjuk, Syahrul Andry menjelaskan, tradisi memberikan amplop lebaran juga turut dirasakan.

Dia sengaja menyiapkan uang khusus beserta amplop jauh-jauh hari sebelum lebaran. “Sudah beli amplop online buat lebaran,” ujarnya.

Baca Juga: Desain Amplop Unik untuk THR jadi Incaran Warga Nganjuk

Kisaran uang yang diberikan untuk saudaranya pun berbeda-beda. Tergantung besar kecilnya usia.

“Rata mulai dari kecil sampai dewasa Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu,” papar Andry.

Andry memilih merayakan momen lebaran di rumah mertua, sehingga ia tidak mempersiakan amplop lebaran untuk tetangganya. Namun, ia tetap menyiapkan amplop untuk anak kecil.

Hal senada juga disampaikan oleh Dedi Nurhamsyah.

Baca Juga: Melihat Tradisi Bagi-Bagi Takjil saat Hari Raya Idul Fitri di Nganjuk

Warga Pace Nganjuk itu mengaku sudah mempersiapkan amplop lebaran untuk keluarga dan tetangga.

Untuk nominal amplop, Dedi membedakan dengan dekat atau tidaknya. “Kalau keluarga dekat itu biasanya sangunya lebih banyak,” tuturnya.

Dia pun juga tak ketinggalan dengan tren amplop saat ini. ia lebih memilih pesan amplop lebaran ke temannya melalui online.

Menurutnya itu lebih simple dan mempermudah.

Baca Juga: Istiyono Seniman Lansia Nganjuk Ingin Komunitas Seni Hidup di Kota Angin

Di lingkungan Santren, Desa Kapas, Kecamatan Sukomoro juga memiliki tradisi unik saat lebaran.

Dimana, anak-anak remaja berkumpul di satu tempat yang nantinya akan berkeliling desa secara bersama-sama.

“Biasanya 30 orang ramai-ramai berkeliling,” ungkap Nur, warga lingkungan Santren, Desa Kapas, Kecamatan Sukomoro.

Baca Juga: Istiyono Raup Belasan Juta Rupiah untuk Satu Karya Seni

Ketika berkeliling, jika nantinya ada makanan enak di salah satu rumah itu akan dihabiskan.

Hal yang unik lagi ketika berkunjung ke salah satu rumah, mereka diberikan uang lebaran. Meski nominalnya sedikit, namun hal itulah yang membuat mereka senang.

“Biasanya ada satu rumah yang ngasih sangu Rp 2 ribu, buat lucu-lucuan aja,” tawanya. 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Amplop Lebaran #thr