Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Berawal dari Kertosono dan Loceret, Ini Sejarah Berdirinya Persaudaraan Setia Hati Terate di Nganjuk

Elna Malika • Rabu, 16 April 2025 | 00:15 WIB

 

Ketua PSHT Cabang Nganjuk Gondo Hariyono.
Ketua PSHT Cabang Nganjuk Gondo Hariyono.
 

JP Radar Nganjuk - Pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia memiliki peran besar dalam membentuk jiwa patriotisme dan persaudaraan, termasuk melalui Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, PSHT telah menjadi salah satu perguruan silat yang berpengaruh, dengan sejarah yang mencerminkan semangat perjuangan dan pengabdian. Meski akar utama PSHT berdiri di Madiun, perkembangannya di Nganjuk memiliki cerita tersendiri yang patut diungkap.

PSHT didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922 di Desa Pilangbango, Madiun, dengan nama awal Setia Hati Pemuda Sport Club (SH PSC).

Perguruan ini lahir dari keinginan untuk menyebarkan ilmu pencak silat kepada rakyat jelata dan pejuang kemerdekaan, berbeda dengan tradisi saat itu yang membatasinya pada kalangan bangsawan.

Di Nganjuk, benih PSHT mulai tumbuh pada era 1920-an, seiring dengan ekspansi Ki Hadjar ke berbagai daerah, termasuk Loceret, Nganjuk. Latihan awal di Nganjuk dilakukan secara sederhana, sering kali di bawah bimbingan murid-murid setia Ki Hadjar, seperti Idris dari Dandang Jati, Loceret, yang menjadi salah satu pelopor lokal.

Pada masa penjajahan Belanda, kegiatan PSHT di Nganjuk tidak lepas dari tantangan. Pemerintah kolonial mencurigai latihan pencak silat sebagai sarana perlawanan, sehingga Ki Hadjar sempat ditangkap dan diasingkan.

Namun, semangat para anggota di Nganjuk tetap menyala. Latihan dilakukan secara sembunyi-sembunyi di pedesaan, dengan fokus pada penguatan fisik dan mental untuk mendukung perjuangan kemerdekaan.

Nganjuk, yang dikenal sebagai salah satu basis perjuangan, menjadi tempat strategis bagi PSHT untuk menggembleng pemuda-pemuda pemberani.

Setelah Indonesia merdeka pada 1945, PSHT di Nganjuk mulai berkembang lebih terbuka. Pada tahun 1948, dalam kongres pertama di Madiun, nama perguruan resmi berubah menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate, menegaskan identitasnya sebagai organisasi berbasis persaudaraan.

Di Nganjuk, cabang PSHT mulai terstruktur di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), yang didirikan pada 1948. Tokoh-tokoh lokal seperti Mujini dan Jayapana turut memperkuat kehadiran PSHT dengan membuka tempat latihan di berbagai kecamatan, seperti Kertosono dan Loceret.

PSHT di Nganjuk tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga menanamkan falsafah “setia pada hati” yang menekankan budi luhur, kejujuran, dan kesetiaan. Perguruan ini menjadi wadah bagi pemuda Nganjuk untuk mengasah disiplin dan semangat kebersamaan.

Kegiatan seperti latihan rutin, pengesahan warga, dan bakti sosial menjadi ciri khas PSHT di daerah ini. Hingga kini, PSHT Nganjuk dikenal aktif dalam kejuaraan pencak silat dan kegiatan kemasyarakatan, seperti pembagian takjil saat Ramadan dan deklarasi kerukunan antarperguruan.

Meski pernah menghadapi tantangan, seperti gesekan antarperguruan silat, PSHT Nganjuk terus berupaya menjaga harmoni melalui koordinasi dengan IPSI dan pemerintah daerah.

Cabang PSHT di Nganjuk kini tersebar di banyak kecamatan, dengan ribuan anggota yang melanjutkan tradisi pendidikan jasmani dan rohani. Padepokan lokal menjadi pusat kegiatan, memperkuat posisi PSHT sebagai salah satu pilar budaya dan olahraga di Nganjuk.

Sejarah berdirinya PSHT di Nganjuk adalah cerminan perjuangan, ketekunan, dan semangat persaudaraan yang dibawa dari Madiun. Dari latihan sederhana di era penjajahan hingga menjadi organisasi yang disegani, PSHT Nganjuk telah meninggalkan jejak penting dalam melestarikan pencak silat dan nilai-nilai luhur.

Dengan komitmen untuk terus berkembang, PSHT di Nganjuk tetap menjadi kebanggaan masyarakat, menjaga warisan budaya sekaligus membentuk generasi yang tangguh dan berbudi.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kertosono #loceret #berita nganjuk hari ini #pencak silat #nganjuk #psht #sejarah