NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pekerjaan Pasar Baru Kertosono terus dikebut. Kemarin (28/12), pelaksana proyek mulai memasang dua unit eskalator dari Tiongkok. Pemkab menggelontorkan dana sebesar Rp 40 juta untuk pemasangan tangga berjalan tersebut.
Menurut Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo, anggaran Rp 40 juta itu diluar Rp 1,3 miliar. “Dalam rencana anggaran belanja (RAB, Red) pemasangan dua unit itu diluar harga barang (senilai Rp 1,3 miliar, Red), kami menganggarkan pemasangannya sebesar Rp 40 jutaan,” terangnya.
Kedua alat bantu untuk naik-turun gedung bertingkat itu tinggal menunggu operasional. Dinas PUPR menargetkan pemasangan eskalator maksimal empat hari. Sehingga pada 1 Januari nanti eskalatornya bisa digunakan.
“Setelah pemasangan eskalator rampung maka lantai II siap ditempati. Untuk operasional pasarnya kami serahkan ke Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) yang mengatur tempat para pedagang,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Nganjuk Haris Jatmiko mengaku, akan berkomunikasi dan koordinasi dengan para pedagang yang akan menempati lantai II. “Kami belum bisa memutuskan kapan pasar baru ini akan diresmikan. Setelah semuanya rampung, kami diskusi dengan mereka (pedagang, red) termasuk untuk pemindahan pedagang yang akan menempati lantai duanya nanti akan data ulang,” terangnya.
Baca Juga: Ini Waktu yang Dibutuhkan untuk Memasang Ekskalator di Pasar Baru Kertosono
Untuk diketahui, jumlah los di lantai 2 Pasar Kertosono ada sebanyak 469 unit. Ratusan los itu akan ditempati khusus untuk pedagang kering seperti perabotan rumah atau pakaian. Sedangkan di lantai bawah akan ditempati pedagang basah yakni penjual daging, ikan dan sayuran.
“Kalau pedagang basah di lantai atas khawatirnya akan merembes ke bawah. Karena itu, yang di lantai atas akan dikhususkan untuk pedagang kering saja,” papar Haris.
Selain berkoordinasi untuk penempatan lantai II, Disperindag juga akan menertibkan pedagang yang masih berjualan di luar pasar. Sehingga saat pasar resmi beroperasi di area luar pasar harus steril dari pedagang.
“Tidak ada alasan lagi tidak punya lapak, sekarang kami masih beri toleransi. Ke depan semua pedagang harus tertib. Kami akan tertibkan tapi tetap pelan-pelan dan dengan cara yang humanis,” tegas Haris.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk