NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Pedagang Pasar Baru Kertosono bisa berjualan secara offline dan online. Karena pasar tradisional yang disulap mirip mal itu memiliki fasilitas wifi. “Kami menyediakan tiga wifi gratis untuk pedagang Pasar Baru Kertosono,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk Haris Jatmiko kemarin.
Dengan adanya wifi gratis, pedagang bisa berjualan secara online. Mereka bisa menawarkan barang dagangannya secara online. Bisa live medsos atau dijual di aplikasi. Sehingga, pembeli tidak perlu datang ke pasar untuk membeli produk atau dagangan pedagang.
11Mantan Camat Lengkong ini mengatakan, disperindag juga telah membuat aplikasi marketplace untuk digunakan para pedagang Pasar Baru Kertosono berjualan secara online. Namanya adalah ‘Bakul Nganjuk’. Di marketplace tersebut, pedagang bisa menawarkan produk yang dijualnya ke konsumen secara online. Sehingga, saat menunggu dagangan di los pasar, pedagang tidak hanya diam. Namun, mereka aktif mencari pembeli secara online.
Saat ini, wifi di Pasar Kertosono sudah siap digunakan. Haris meminta pedagang untuk segera memanfaatkannya jika nanti Pasar Baru Kertosono sudah kembali beroperasi. Sehingga, manfaat dari pembangunan Pasar Baru Kertosono untuk meningkatkan perekonomian pedagang dan masyarakat Kertosono bisa terwujud.
Terpisah, Welas Ananingsih, 45, pedagang pakaian di Pasar Baru Kertosono mengatakan, saat ini pedagang menunggu pembangunan selesai. Sehingga, mereka bisa kembali berjualan. Sebab, sampai kemarin, pemasangan eskalator masih belum selesai. Sehingga, pedagang belum bisa menempati los di lantai 1 dan 2.
Terkait fasilitas wifi gratis, Welasa mengatakan, jika mayoritas pedagang berusia tua. Mereka terbiasa berjualan secara manual atau offline. Tidak terbiasa jika harus berjualan online dengan memanfaatkan wifi gratis di pasar. “Saya saja masih jualan secara manual di pasar. Tidak pernah jualan online,” ujarnya.
Untuk itu, Welas meminta kepada disperindag agar memberi pelatihan kepada pedagang agar bisa berjualan secara online. Sehingga, mereka bisa berjualan secara offline dan online. “Harus ada pelatihan dulu agar pedagang terbiasa berjualan online,” ujarnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk