NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Sudah jatuh tertimpa tangga. Kalimat itu tepat untuk menggambarkan petani melon asal Balongrejo, Kecamatan Bagor. Petani melon di desa itu terpaksa panen lebih awal. Hal itu disebabkan buah melon yang ditanam Desember lalu banyak yang membusuk terkena hujan dan kerdil.
Petani melon yang menjerit karena masalah tersebut adalah Sarji, 49, asal Balongrejo, Bagor. Dia mengaku, hasil panennya kali ini turun 50 persen dari target. Melon yang ditanam di lahan seluas 100 ru itu idealnya bisa menghasilkan satu ton melon.
Tapi pada musim tanam kali ini hanya mendapat 500 kilogram saja. “Petani melon pasti rugi,” keluhnya. Bukan saja hasil panennya yang menurun tapi juga harga jual. Pada saat menanam, dia berharap hasil panennya bisa dijual dengan harga Rp 7 ribu per kilogramnya. Harganya sama dengan tahun sebelumnya.
Hasil panen anjlok dan harga jual miring tidak sebanding dengan biaya produksinya. Di sawah yang digarap Sarji, kebutuhan biaya produksinya sangat tinggi. Selama hampir tiga bulan dia sudah mengeluarkan biaya sekitar Rp 12 juta.
“‘Biaya itu sudah untuk semuanya mulai dari bibit hingga perawatannya,” ujar Sarji. Dia harus tombok lebih banyak. Karena uang dari hasil penjualan melonnya tidak bisa mencukupi biaya produksi. Melon yang baru saja Sarji panen itu langsung diborong oleh tengkulak. Buah melon itu akan dikirim ke Jakarta.
Sarji menambahkan, anjloknya harga melon disebabkan oleh beberapa faktor. Selain karena cuaca, faktor lainnya adalah karena panen raya yang terjadi di beberapa daerah secara bersamaan. “Pasokannya melimpah, sementara permintaannya sedikit. Ini yang menyebabkan harga gabah turun,” ungkapnya
Karena sekarang sudah masuk musim penghujan, Sarji akan menggantikan tanaman melon di lahannya dengan tanaman berambang. Dia berharap tanaman penggantinya nanti bisa untuk menombok kegagalan tanam melonnya.
Sementara itu, Sunaryo, 42, seorang pengepul melon asal Desa Kedungrejo, Tanjunganom mengaku sedang berjudi. Sebab melon yang dia borong dari petani berpotensi tidak laku. “Buah melon dari petani sekarang kecil-kecil,” ujarnya. Meski harganya turun, peminat di pasar juga tidak mengalami peningkatan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk