NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Harga beras di Kota Angin enggan turun. Hingga kemarin, satu kilogram beras bertahan di harga Rp 16 ribu. Untuk menekan harga agar tidak melonjak, Perum Bulog menyediakan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Hingga saat ini, ketersediaan beras di gudang bulog di Kelurahan Candirejo, Kecamatan Loceret mencapai 18.137 ton. Jumlah tersebut cukup untuk stok beras masyarakat Nganjuk hingga Hari Raya Idul Fitri mendatang. “Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan hingga tiga bulan setelah lebaran,” terang Kepala Cabang Bulog Subdivre Kediri Imam Mahdi.
Agar harga beras stabil, beras SPHP dari bulog itu nantinya akan didistribusikan ke pedagang mitra.
Pelaksanaannya dilakukan mulai bulan ini hingga Hari Raya Idul Fitri nanti. “Stok beras aman, ini seiring dengan masuknya musim panen di Nganjuk,” imbuh Imam. Sejauh ini, pasokan beras bulog mengandalkan hasil panen lokal.
Beras SPHP sementara ini didistribusikan setiap hari ke lima titik pasar tradisional di Nganjuk. Yaitu Pasar Warujayeng, Pasar Wage, Pasar Nganjuk, Pasar Sukomoro, dan Pasar Berbek. Imam mengimbau para pedagang agar menjual beras SPHP sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi).
HET untuk beras SPHP yaitu Rp 10.900 per kilogram. Pedagang yang kedapatan menjual di atas HET akan diberi sanksi. Bulog akan mem-blacklist pedagang dari daftar distribusi beras SPHP. “Masyarakat tidak perlu panic buying. Pedagang juga tidak boleh menimbun beras. Stok beras di gudang Bulog Nganjuk melimpah,” imbau Imam.
Sesuai arahan Pemkab, untuk menjaga pemerataan, masyarakat akan diminta menunjukkan fotokopi KTP saat membeli beras SPHP. Per orang hanya dapat membeli maksimal 5 kilogram beras dalam satu hari. “Pembatasan ini diharapkan agar semua masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan beras,” tandas Imam.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Redaksi Radar Nganjuk