Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Harga Bawang Merah di Nganjuk Tembus Rp 22 Ribu per Kilogram

Redaksi Radar Nganjuk • Sabtu, 16 Maret 2024 | 01:21 WIB
Photo
Photo

Bulan Suci Ramadan membawa berkah bagi petani dan pedagang brambang di Pasar Sukomoro. Harga brambang yang sebelumnya anjlok hingga menyentuh angka Rp 10 ribu per kilogram, tiba-tiba melonjak di awal bulan puasa ini. “Harga brambang kualitas super sekarang Rp 22 ribu per kilogram,” ujar Ruswati, 54, pedagang brambang di Pasar Sukomoro kemarin.
Kenaikan harga brambang kualitas super itu juga mengerek brambang dengan kualitas di bawahnya. Harga brambang kualitas medium menjadi Rp 18 ribu-Rp 20 ribu per kilogram. Sedangkan, kualitas paling jelek atau rendah harganya Rp 15 ribu per kilogram. “Pasokan brambang di pasar sepi karena panen raya telah berakhir. Karena itu harganya naik,” ungkap Ruswati.
Beruntung, meski harga brambang naik tetapi permintaan tidak mengalami penurunan. Menurut Hariatun, 65, pedagang brambang yang lain, permintaan stabil karena saat ini Bulan Suci Ramadan. Banyak warga yang memasak. Warung dan restoran juga laris. Karena untuk menu berbuka dan sahur. “Sehari tetap bisa jual 4-5 karung brambang,” ungkapnya.
Hariatun mengatakan, brambang yang dijualnya bukan brambang dari petani Nganjuk. Namun, dari petani asal Situbondo, Bondowoso, dan Probolinggo. Karena saat ini, tiga daerah itu sedang panen brambang. Sedangkan, Kabupaten Nganjuk belum waktunya panen. “Kalau keuntungannya lumayan jika harga brambang naik seperti ini,” ujarnya.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk