Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Harga Bawang Merah Terus Melambung, Ini yang Akan Dilakukan Para Petani Berambang

Redaksi Radar Nganjuk • Jumat, 10 Mei 2024 | 22:00 WIB

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Salah satu penyebab harga bawang merah masih naik adalah produksi yang berkurang. Meski harga sudah menyentuh angka Rp 27 ribu per kilogram di pasaran, beberapa petani masih menyiapkan untuk tanam di pertengahan bulan Juni.
Hal ini dilakukan oleh petani di Kabupaten Nganjuk. Seperti yang dilakukan oleh Suratin, 52, petani di Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso. “Di sini (sawahnya, Red), tinggal 25 hari lagi panen. Tapi nanti saya siapkan untuk bibit,” ujarnya.


Sebagian sawah di sana juga sudah dipanen. Lalu disemprot untuk persiapan untuk pembibitan.
Suratin mengatakan bahwa memang sejak awal penanamannya dipersiapkan untuk dijual bibitnya saja. “Biasanya saya hanya panen sedikit. 1-2 ton saja. Itu semua buat bibit. Kalau misal lebih dari 2 ton, baru sisanya baru nanti saya jual produksinya ke pasar,” imbuh Suratin.

Baca Juga: Stok Bawang Merah di Pasar Sukomoro Sedikit, Alami Kenaikan Harga Melejit


Menurut lelaki berkacamata itu, persiapan untuk pembibitan itu memang lebih mudah dan lebih murah. Daripada dipersiapkan untuk panen. Suratin menambahkan, risiko untuk gagal panen untuk menjadi bibit lebih sedikit. Apalagi, saat ini masih merupakan musim pancaroba.
“Beberapa ada yang sudah panen untuk jadi bibit tanam. Beberapa baru tanam lagi sekitar Juni. Musim panen rayanya jatuh di Agustus,” ujar Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rejoso Denik Purwaningsih.

Baca Juga: Harga Bawang Merah di Nganjuk Tembus Rp 22 Ribu per Kilogram


Selain itu, banyak yang masih persiapan penggantian lahan dari padi ke bawang merah sejak Maret-April kemarin. Namun sebagian petani juga sudah mulai memanen bawang merah mereka untuk dijadikan bibit pada beberapa hari terakhir. Seperti sawah beberapa warga di Desa Banaranwetan, Kecamatan Bagor yang dikukuti oleh pemilik lahan untuk persiapan tanam bibit.
Sementara itu, harga bawang merah di pasaran juga belum turun. Bahkan ada kenaikan harga sejak Senin (6/5). Mulai dari harga Rp 34 ribu sampai kemarin mencapai rata-rata Rp 37 Ribu. “Soalnya belum panen. Produksi yang masuk sedikit,” ungkap Hartono, 47 salah satu pedagang di Pasar Sukomoro.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk
#bawang merah #radar nganjuk #petani #jawa pos