NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Serikat buruh di Kota Angin mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Nganjuk di tahun 2025. Karena UMK tahun 2024 sebesar Rp 2.258.455 dianggap sudah tidak relevan di tahun depan. Menurut Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesi (KSBSI) Kabupaten Nganjuk Kelik Widi Wahyuono, UMK sebesar Rp 2.258.455 itu merupakan penghasilan minimal untuk pekerja lajang atau yang belum berkeluarga. “Kalau pekerja sudah berumah tangga maka uang Rp 2,2 juta itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Untuk itu, Kelik mengataikan, serikat buruh mengusulkan kenaikan upah minimal naik 10 persen. Sehingga penghasilan buruh menyentuh angka Rp 2,5 juta per bulan. “Semoga UMK tahun depan jadi Rp 2,5 juta,” harapnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Disnaker Kabupaten Nganjuk Suwanto mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat untuk menentukan besaran UMK di Kabupaten Nganjuk pada 2025. Namun, dia meyakini kemungkinan angka UMK tahun 2025 di Kabupaten Nganjuk bakal mengalami kenaikan. Kendati demikian, dia belum mengetahui berapa persen kenaikan terhadap UMK tersebut. "Kemungkinan UMK naik tetapi besarannya masih menunggu besaran angka dari pusat," ujarnya.
Suwanto mengatakan, pihaknya saat ini memang belum melakukan pembahasan terkait kenaikan UMK tersebut. Untuk melakukan pembahasan, disnaker masih menunggu juknis dari pemerintah pusat.
“Kami akan melakukan pertemuan untuk membahas besaran UMK bersama dewan pengupahan dan serikat pekerja. Jika tidak berubah, pembahasan akan mengacu pada Permenaker Nomor 51 Tahun 2023 yang menetapkan kenaikan upah minimum berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi,” terang pria Kelahiran Jombang itu.
Untuk diketahui, besaran UMK Kabupaten Nganjuk tahun 2024 adalah Rp 2.258.455. Angka ini merupakan hasil dari kenaikan sebesar Rp 91.448 atau 4,22% dari UMK tahun 2023 yang sebesar Rp 2.167.007. Kenaikan UMK Nganjuk 2024 didasarkan pada beberapa faktor. (ica/tyo)
Editor : Redaksi Radar Nganjuk