Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Melihat Pedagang Bawang Merah di TPPS Pasar Sukomoro, Bawang Merah Menghitam saat Terkena Air Hujan

Redaksi Radar Nganjuk • Senin, 6 Januari 2025 | 18:39 WIB

 

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Pasar Bawang Merah Sukomoro resmi dibangun kembali. Selama proses pembangunan, para pedagang harus berpindah ke tempat penampuangan pedagang sementara (TPPS). Sayang di TPPS, banyak pedagang yang merasa tidak kerasan.

Kegiatan jual beli bawang merah di Pasar Bawang Merah Sukomoro harus dipindah untuk sementara waktu. Alasannya karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk sedang membangun pasar tersebut. Selama itu, para pedagang direlokasi ke tempat penampuangan pedagang sementara (TPPS). Lokasinya berada di sebelah barat pasar.

Namun rupanya, kondisi di TPPS itu kurang nyaman ditempati oleh sebagian pedagang. Bangunannya hanya beratapkan galvalume. Itu pun ada yang bolong atapnya karena pernah tertabrak truk. Kondisi ini membuat nestapa pedagang. Karena saat hujan, dagangan mereka basah terkena air jika tidak sempat menutupnya dengan terpal.

“Satu minggu setelah dipasang galvalume malah ditabrak truk. Itupun nggak diganti, akhirnya atap banyak yang bolong, jadi kalau hujan ya bocor. Belum lagi kalau angin pasti nampes ke dalam,” ujar salah satu pedagang bawang merah, Murni.

Dia mengatakan tidak sempat menutup bawang merah pasti akan terkena air hujan. Hasilnya bawang merah akan berubah berwarna hitam atau membusuk karena basah dan lembab. “Pernah belum kejual sama sekali, tapi bawang merah harus dimasukkan ke dalam karung lagi agar tidak kena air hujan,” keluhnya.

Setidaknya ada empat karung berisi bawang merah yang sudah menghitam karena terkena air hujan. Bawang merah yang sudah menghitam itu tidak pernah jauh dari kipas angin agar tidak semakin lembab. “Saya jual rugi saja nggak apa, yang penting habis. Ini kipas menyala terus, biar bawang merahnya tidak lembab,” imbuhnya.

Hal ini tidak dirasakan oleh Murni sendiri. Melainkan sebagian pedagang yang menempati bagian luar TPPS. Yang bagian dalam pasti aman karena air hujan tidak sampai masuk ke area dalam. “Saya juga sama seperti yang dirasakan oleh Bu Murni, ada plus minusnya lah sebenarnya,” ujar salah satu pedagang, Kajihar.

Menurut Kajihar, pedagang yang menempati bagian luar memiliki keuntungan karena bisa terlihat oleh pembeli secara leluasa. Terkadang pengendara yang melintas bisa tiba-tiba berhenti untuk membeli bawang merah kepada pedagang yang berada di luar. “Minusnya ya kalau musim hujan begini, jadi harus standby biar bisa langsung bungkus bawang merah dengan terpal saat hujan,” ujar Kajihar. (ica/wib)

Editor : Redaksi Radar Nganjuk