Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah Video

Bisnis Rongsok di Kabupaten Nganjuk, Raih Omset Sampai Jutaan dalam Sebulan

Novanda Nirwana • Senin, 10 Februari 2025 | 17:46 WIB
Photo
Photo

Tidak ada yang mengira bisnis barang bekas atau yang biasa dipanggil rongsok bisa sangat menguntungkan. Bahkan dalam satu bulannya, para pemilik bisnis di dunia rongsok ini bisa meraup omset hingga jutaan rupiah.

Namun tentu banyak masalah yang biasa dihadapi oleh mereka. Salah satunya adalah penyakit kulit.

Masyarakat di Kabupaten Nganjuk tentu tak mengira bisnis barang bekas atau rongsok bisa sangat menguntungkan. Bahkan omset dalam satu bulannya bisa melebihi upah minimum regional (UMR) Kabupaten Nganjuk.

Hal itu seperti yang dirasakan oleh Gemprariono, seorang pengepul rongsok asal Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk. Dia mengatakan, dalam satu hari, dia bisa mengumpulkan uang hingga RP 100 ribu.

“Tidak tentu, sekitar Rp 100 ribu per hari,” ujar pria yang saat ini berusia 64 tahun itu.

Namun nilai tersebut tidak pasti. Kadang uang yang didapat bisa lebih. Atau juga bisa kurang. Tergantung dengan kondisi di lapangan saat itu.

Meski demikian, di Kabupaten Nganjuk, nilai tersebut dianggap cukup tinggi. Karena dalam satu bulan, Gempariono bisa mendapat uang hingga Rp 3 juta.

Gempariono sendiri adalah seorang pengepul. Setiap harinya dia mengambil barang rongsok dari pemulung.

Barang-barang yang dibawa oleh pemulung sangat variatif. Mulai dari plastik, kardus, hingga barang berharga lainnya.

“Setiap hari para pemulung akan datang ke tempat saya,” tambahnya.

Nantinya barang-barang yang dibawa oleh pemulung akan ditimbang. Dilihat bobot dari barang bekas. Hingga akhirnya Gempariono membayar uang kepada pemulung tersebut.

Lalu berapa harga barang rongsok di tempatnya? Menanggapi pertanyaan itu, Gempariono mengatakan harga barang rongsok sering berubah-ubah. Tergantung harga pasaran.

Namun untuk saat ini, harga barang rongsok adalah Rp 36 ribu per kilogramnya.

“Kadang kalau harganya terlalu tinggi ya saya ngga ambil,” tandasnya. (nov/wib)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#rongsokan #omset #umr #pengepul #nganjuk #bisnis #pemulung #barang bekas