SUDAH tak terhitung berapa usia pohon durian di Desa Duren, Kecamatan Sawahan. Karena menurut cerita masyarakat sekitar, usia durian di desa tersebut sudah puluhan hingga ratusan tahun.
Buktinya? Pohon tersebut sudah memiliki ukuran yang sangat besar. Seperti memiliki diameter yang bisa mencapai tiga hingga empat meter atau bahkan lebih.
“Kalau dipeluk butuh empat orang bahkan lebih,” terang Bambang Winarto saat menjelaskan ukuran pohon durian miliknya.
Pria yang kini berusia 58 tahun itu percaya pohon durian miliknya sudah sangat tua. Tidak hanya dilihat dari diameter pohon. Namu,n juga dari jumlah buah yang dihasilkan setiap masa panen.
Untuk satu kali masa panen, jumlah yang dihasilkan bisa mencapai ratusan hingga ribuan buah. Tergantung kondisi cuaca dan faktor lainnya. Seperti untuk musim panen tahun ini, salah satu pohon miliknya menghasilkan 600 buah durian!
Jumlah itu dianggap masih sedikit. Karena saat cuaca sedang bagus, durian yang dihasilkan di pohon miliknya bisa mencapai lebih dari seribu buah. Dengan ukuran yang merata dari satu hingga empat kilogram (kg).
Lalu berapa harga durian tersebut? Menanggapi pertanyaan itu, pria yang akrab dipanggil Win itu mengatakan harga durian sangat bervariasi. Tergantung besar kecil dan kualitas durian.
Namun jika dirata-rata, harga yang diambil langsung dari petani berkisar Rp 5 ribu hingga Rp 30 ribu. “Kalau sudah keluar dari Desa Duren pasti harganya naik berkali-kali lipat,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk Itsna Shofiani mengatakan, Kecamatan Sawahan menjadi salah satu penyumbang buah durian terbanyak di Kabupaten Nganjuk.
Seperti di tahun 2022 lalu, jumlah durian yang dipanen dari Kecamatan Sawahan mencapai 3.316 ton. Jumlahnya lalu menurun di tahun 2023 yaitu hanya 2.552 ton. “Kecamatan Sawahan dan Ngetos menjadi penghasil durian terbanyak di Kabupaten Nganjuk,” ujarnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira