BULAN Desember hingga Januari seharusnya menjadi puncak musim durian. Sayang, hujan deras mengguyur selama dua bulan itu. Akibatnya, banyak durian yang rasanya berubah menjadi hambar.
Hal itu seperti yang dikatakan oleh Bambang Winarto. Salah satu pemilik kebun durian itu mengatakan tahun ini menjadi salah satu panen raya terburuk sejak beberapa tahun yang lalu.
“Tahun ini lebih jelek dibanding tahun lalu,” ujar pria yang kini berusia 58 tahun itu.
Pria yang akrab disapa Win itu mengatakan, musim lalu menjadi salah satu panen raya terbaik. Pohon berbuah dengan banyak. Selain itu kualitas buah juga sangat bagus.
Ditambah cuaca juga sedang bagus. Hujan deras tidak sering mengguyur. Akibatnya buah durian terasa manis.
Sayang, hal itu tidak terjadi di tahun ini. Karena di tahun ini, hujan deras terus mengguyur selama masa panen. Akibatnya, banyak buah yang jatuh sebelum matang.
Selain itu, buah yang berhasil matang juga memiliki rasa buah yang cenderung hambar atau anyep.“Kalau mau panen terus diguyur hujan terus-terusan pasti akan anyep rasanya,” tambahnya.
Tentu hal itu menjadi masalah. Karena otomatis tidak hanya orang yang mau membeli durian. Alhasil, Win bersama petani durian lainnya tidak bisa mendapat untung besar.“Hujan deras itu sudah takdir. Kita tidak bisa mengeluh, harus disyukuri,” tandasnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira