Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Gabah Anjlok Beras Melonjak di Nganjuk, Petani Jual Gabah Murah ke Tengkulak

Karen Wibi • Jumat, 21 Maret 2025 | 18:33 WIB
Gabah Anjlok Beras Melonjak di Nganjuk, Petani Jual Gabah Murah ke Tengkulak
Gabah Anjlok Beras Melonjak di Nganjuk, Petani Jual Gabah Murah ke Tengkulak

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Harga gabah yang anjlok tidak membuat harga beras turun. Justru, harga beras di pasaran melonjak.

“Harga beras naik sekitar Rp 500 hingga Rp 1.000 per kilogram,” ungkap Nuarini, 40, salah satu pedagang beras di Pasar Wage Nganjuk kemarin. Kemarin, harga beras premium dijual Rp 13 ribu per kilogram.

Padahal, menurut Nuarini, harga beras dengan kualitas yang sama sebelum puasa harganya hanya berkisar Rp 12.000-Rp 12.500 per kilogram.

“Ini harga di tingkat grosir. Kalau dijual ecer bisa lebih mahal,” ujarnya.

Menurut Nuraini, kenaikan harga beras sejak awal Maret ini belum ada tanda-tanda akan mengalami penurunan.

Karena permintaan terus naik. Apalagi, saat ini menjelang Lebaran. Banyak pembeli yang membeli beras untuk keperluan zakat fitrah dan kebutuhan Lebaran.

Kondisi harga beras yang melonjak di pasaran ini membuat petani padi ngenes. Karena mereka terpaksa menjual gabah kering ke tengkulak dengan harga murah.

“Bulog tidak mau beli, jadi terpaksa gabah saya jual ke tengkulak Rp 5.700 per kilogram,” ujar Subadi, 59, petani asal Desa Banaran, Kecamatan Pace.

Menurut Subadi, sebenarnya petani mengetahui jika harga pokok penjualan (HPP) gabah kering di Bulog berada di angka Rp 6.500 per kilogram.

Karena itu, mereka ingin menjual gabah keringnya ke Bulog. Namun kenyataannya, ditolak.

Pihak Bulog mengklaim petani padi yang tidak masuk daftar Bulog dan kondisi gabah keringnya tidak sesuai kualitasnya tidak akan dibeli. “Mau tidak mau ya jual gabah murah ke tengkulak,” ujarnya.

Menurut Subadi, dia dan petani lain sangat membutuhkan uang untuk modal tanam. Karena itu, dia rela menjual gabah kering dengan harga rendah.

Daripada harus menggiling gabah menjadi beras, kemudian menjualnya ke pasar. “Yang penting itu cepat dapat uang untuk modal tanam lagi,” ujarnya.

Apalagi, saat ini menjelang Lebaran. Subadi mengaku banyak kebutuhan yang harus dipenuhi petani.

Mulai dari beli baju Lebaran, kue, dan mempercantik rumah. “Sangu untuk anak-anak saat Lebaran juga,” imbuhnya.

Terpisah,Kepala Bulog Cabang Kediri Imam Mahdi menjelaskan, penyebab gabah petani tidak bisa dibeli oleh Bulog.

Salah satunya adalah karena petani tersebut tidak terdaftar dalam data Bulog dan kondisi gabah.

“Gabah yang belum kering, berjamur, dan berkecambah tidak akan diterima Bulog,” tandasnya. (wib/tyo)

 

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Harga Padi jeblok #harga gabah anjlok #nganjuk #ngnjuk hitz #bisnis #bulog #KOTA ANGIN