Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Gubernur Jawa Tengah Jamin Ribuan Eks Karyawan Sritex Kembali Bekerja

Elna Malika • Rabu, 16 April 2025 | 15:25 WIB
Gubernur Jawa Tengah Jamin Ribuan Eks Karyawan Sritex Kembali Bekerja
Gubernur Jawa Tengah Jamin Ribuan Eks Karyawan Sritex Kembali Bekerja

 

JP Radar Nganjuk - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan angin segar bagi ribuan mantan pekerja PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) yang terdampak PHK.

Dalam pernyataannya usai menghadiri Indonesia Investment Summit di Jakarta, Selasa (15/4/2025), Luthfi menegaskan bahwa sekitar 10.000 eks karyawan Sritex akan segera kembali bekerja berkat masuknya investor baru.

Langkah ini menjadi harapan baru bagi pekerja dan keluarga yang terkena imbas kebangkrutan perusahaan tekstil raksasa tersebut.

Kebangkrutan Sritex, yang resmi berhenti beroperasi pada Maret 2025, telah menyebabkan PHK massal yang berdampak pada lebih dari 10.000 pekerja di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Proses PHK dimulai sejak Januari 2025 dan mencapai puncaknya pada Februari 2025, mematikan tidak hanya mata pencaharian pekerja, tetapi juga usaha lokal seperti warung makan dan jasa penitipan motor di sekitar pabrik.

Namun, kini proses pemulihan bisnis Sritex mulai menunjukkan titik terang. Investor baru disebut telah menunjukkan minat untuk melanjutkan operasional perusahaan, dengan tahap awal berupa penandatanganan kontrak kerja baru bagi sebagian eks pekerja.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli juga turut mengawal proses ini. Dalam kunjungannya ke Sritex di Sukoharjo pada 17 Maret 2025, ia memastikan bahwa pemerintah bekerja sama dengan tim kurator untuk memfasilitasi investor baru dalam merekrut kembali eks karyawan.

“Kabar baiknya, sudah ada penandatanganan kontrak kerja dengan investor baru. Kami berharap ini membuka peluang bagi sebanyak mungkin pekerja untuk kembali bekerja,” ujar Yassierli.

Meski demikian, ia mengakui bahwa jumlah pasti pekerja yang akan direkrut belum mencapai 10.000, dengan estimasi awal sekitar 5.000 pekerja pada tahap pertama.

Proses perekrutan ini dilakukan bertahap, mencakup berbagai divisi seperti spinning, weaving, garment, dan finishing. Sumarno, perwakilan dari Sukoharjo, menyatakan bahwa rekrutmen tahap lanjutan akan segera menyusul untuk memastikan lebih banyak pekerja terserap.

Namun, hingga kini, belum ada kepastian kapan operasional penuh Sritex akan kembali berjalan, dan identitas investor baru masih dirahasiakan.

Ketua Serikat Pekerja eks Sritex, Widada, menyampaikan bahwa banyak pekerja masih menunggu kejelasan, meskipun beberapa sudah menandatangani kontrak. 

“Kami berharap investor segera memberikan kepastian, karena pekerja butuh pekerjaan untuk menghidupi keluarga,” katanya.

Selain isu perekrutan, pemerintah juga berfokus pada pemenuhan hak-hak pekerja, seperti Tunjangan Hari Raya (THR), pesangon, serta klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Yassierli menyebut proses klaim JHT ditargetkan selesai sebelum Lebaran 2025, dengan BPJS Ketenagakerjaan mempercepat layanan melalui sistem digital dan layanan on-site.

Sementara itu, THR dan pesangon disebut akan dibayarkan setelah penyelesaian aset Sritex, sesuai kesepakatan antara serikat pekerja dan Satgas Sritex.

Langkah ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, yang menekankan pentingnya solusi strategis untuk mengatasi dampak PHK.

“PHK massal ini melemahkan daya beli masyarakat dan meningkatkan kemiskinan. Pemerintah harus memastikan hak pekerja terpenuhi dan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Forum Peduli Buruh (FPB) Sukoharjo juga mendesak agar pekerja yang sudah menandatangani kontrak segera dipekerjakan untuk mengurangi ketidakpastian.

Kebangkrutan Sritex juga menjadi peringatan akan tantangan deindustrialisasi di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini meminta pencabutan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8 Tahun 2024, yang dianggap merugikan industri lokal seperti Sritex, sebagai upaya mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada industri dalam negeri.

Meski masih ada ketidakpastian, komitmen Gubernur Ahmad Luthfi dan pemerintah untuk menghidupkan kembali Sritex memberikan harapan bagi ribuan pekerja dan keluarga di Sukoharjo.

Dengan dukungan investor baru dan pengawasan ketat dari pemerintah, diharapkan Sritex dapat bangkit dan mengembalikan kejayaan industri tekstil di Jawa Tengah.

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#berita nganjuk hari ini #phk #Ahmad Lutfi #Sritex #gubernur jawa tengah #Karyawan Sritex