JP Radar Nganjuk– Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami tekanan.
Pada Kamis (24/4), logam mulia ini turun signifikan sebesar Rp 22.000 per gram.
Kini, harga emas Antam berada di posisi Rp 1.969.000 per gram.
Penurunan ini memperpanjang tren koreksi harga emas domestik dalam dua hari terakhir.
Sebelumnya, pada Rabu (23/4), harga emas juga ambles Rp 48.000.
Dengan koreksi hari ini, harga emas makin jauh dari level psikologis Rp 2 juta per gram.
Sementara itu, harga buyback emas harga yang ditetapkan Antam jika konsumen ingin menjual kembali emas turut terpangkas Rp 22.000 menjadi Rp 1.818.000 per gram.
Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam tercatat bergerak di kisaran Rp 1.965.000 hingga Rp 2.039.000 per gram.
Sedangkan dalam rentang sebulan terakhir, harga berfluktuasi cukup lebar antara Rp 1.754.000 hingga Rp 2.039.000 per gram.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini, Kamis (24/4/):
1. 0,5 gram: Rp 1.034.500
2. 1 gram: Rp 1.969.000
3. 2 gram: Rp 3.878.000
4. 3 gram: Rp 5.792.000
5. 5 gram: Rp 9.620.000
6. 10 gram: Rp 19.185.000
7. 25 gram: Rp 47.837.000
8. 50 gram: Rp 95.595.000
9. 100 gram: Rp 191.112.000
10. 250 gram: Rp 477.515.000
11. 500 gram: Rp 954.820.000
12. 1.000 gram: Rp 1.909.600.000
Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen.
Namun, jika pembeli menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tarifnya dipotong setengah menjadi 0,45 persen.
Di sisi lain, harga emas di pasar global justru mencatat penguatan.
Harga emas di pasar spot naik 1,1 persen menjadi US$ 3.324,27 per ons. Sementara emas berjangka di AS juga terkerek 1,3 persen ke level US$ 3.335,60 per ons.
Penguatan ini terjadi setelah harga emas global sempat merosot ke bawah US$ 3.300 per ons pada perdagangan Rabu (23/4), menyentuh titik terendah sejak 16 April lalu.
Investor memanfaatkan momentum ini untuk masuk kembali ke pasar.
Stabilnya komentar Presiden AS Donald Trump turut menenangkan pasar.
Trump menegaskan tidak akan memberhentikan Ketua The Fed Jerome Powell, sekaligus menyampaikan sinyal positif terhadap pembicaraan dagang dengan Tiongkok.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut tarif tinggi antara AS dan Tiongkok “tidak berkelanjutan”.
Laporan Financial Times juga menyebut Trump mempertimbangkan pembebasan tarif bagi industri otomotif, menyusul tekanan dari para eksekutif industri.
Harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 3.500,05 per ons pada awal pekan ini.
Turunnya indeks dolar sebesar 0,1 persen terhadap mata uang lainnya turut mendukung penguatan harga emas, lantaran logam mulia menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.
Penulis: Effa Desiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira