Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Bank Indonesia Laporkan Dana Asing Rp2,36 Triliun Mengalir ke Pasar Keuangan RI dalam Seminggu

Elna Malika • Minggu, 27 April 2025 | 06:29 WIB
Bank Indonesia Laporkan Dana Asing Rp2,36 Triliun Mengalir ke Pasar Keuangan RI dalam Seminggu
Bank Indonesia Laporkan Dana Asing Rp2,36 Triliun Mengalir ke Pasar Keuangan RI dalam Seminggu

JP Radar Nganjuk - Perekonomian Indonesia kembali menunjukkan daya tarik bagi investor global, ditunjukkan oleh aliran modal asing yang signifikan ke pasar keuangan domestik.

Dalam laporan terbaru, Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa sepanjang pekan keempat April 2025, dana asing senilai Rp2,36 triliun telah masuk ke Indonesia, menandakan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Aliran modal ini menjadi sorotan karena mencerminkan potensi pertumbuhan investasi di tengah dinamika ekonomi global. Artikel ini akan mengulas rincian aliran modal tersebut, sumbernya, serta dampaknya bagi perekonomian Indonesia.

Menurut data transaksi periode 21-24 April 2025, aliran modal asing masuk bersih sebesar Rp2,36 triliun terutama mengalir ke pasar Surat Berharga Negara (SBN), mencatatkan beli bersih Rp3,62 triliun.

Selain itu, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga mencatatkan masuknya dana asing sebesar Rp1,18 triliun.

Namun, pasar saham mengalami tekanan dengan keluarnya modal asing bersih senilai Rp2,44 triliun, yang menunjukkan adanya fluktuasi preferensi investor di instrumen keuangan.

Data ini dirilis oleh Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi pada 26 April 2025, sebagaimana dilansir oleh berbagai sumber berita.

Secara kumulatif, dari awal tahun 2025 hingga 24 April, aliran modal asing ke Indonesia menunjukkan tren yang bervariasi.

Pasar SRBI mencatatkan masuknya dana asing bersih sebesar Rp12,47 triliun, sedangkan pasar SBN dan saham masing-masing mengalami keluarnya dana bersih Rp1,73 triliun dan Rp4,82 triliun.

Meski demikian, masuknya modal asing pada pekan ini memperkuat persepsi bahwa instrumen keuangan Indonesia, khususnya SBN, tetap menarik karena imbal hasil yang kompetitif.

Imbal hasil SBN Indonesia tenor 10 tahun tercatat stabil di level 6,85%, jauh lebih tinggi dibandingkan obligasi AS (US Treasury) tenor serupa yang berada di 4,67% pada periode yang sama.

Faktor lain yang turut memengaruhi aliran modal adalah premi risiko investasi Indonesia, diukur melalui Credit Default Swap (CDS) 5 tahun, yang naik tipis ke 108,24 basis poin (bps) per 24 April 2025 dari 106,39 bps pada 16 April 2025.

Meski ada kenaikan, angka ini masih menunjukkan risiko investasi yang relatif terkendali. Sementara itu, nilai tukar rupiah pada 24 April 2025 ditutup di level Rp16.350 per dolar AS, sedikit melemah dibandingkan pembukaan perdagangan di Rp16.320.

Bank Indonesia terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk mempertahankan stabilitas makroekonomi dan mengoptimalkan kebijakan moneter guna mendukung ketahanan ekonomi nasional.

Masuknya modal asing ini memberikan sinyal positif bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam mendukung pembiayaan defisit anggaran dan proyek pembangunan melalui SBN.

Namun, keluarnya dana dari pasar saham menunjukkan perlunya strategi tambahan untuk meningkatkan kepercayaan investor di bursa.

Dengan kebijakan moneter yang prudent dan koordinasi yang erat dengan otoritas terkait, Indonesia berada di posisi yang kuat untuk memanfaatkan aliran modal asing guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sebagai penutup, laporan BI tentang aliran modal asing Rp2,36 triliun pada pekan keempat April 2025 menggarisbawahi daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi.

Meskipun tantangan seperti volatilitas di pasar saham masih ada, prospek ekonomi yang stabil dan imbal hasil yang menarik terus menarik perhatian investor global.

Untuk pembaruan lebih lanjut, pantau informasi resmi dari Bank Indonesia atau kunjungi situs bpjt.pu.go.id dan aplikasi seperti Travoy untuk data ekonomi terkini.

Dengan perencanaan yang tepat, Indonesia dapat memaksimalkan manfaat dari aliran modal ini untuk masa depan yang lebih sejahtera.

Editor : Elna Malika
#dana asing #modal asing #global #Laporkan #radar nganjuk #bank indonesia #pasar keuangan #investor