Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Strategi China Hambat Apple Relokasi Produksi iPhone ke India

Elna Malika • Minggu, 27 April 2025 | 18:57 WIB
Strategi China Hambat Apple Relokasi Produksi iPhone ke India
Strategi China Hambat Apple Relokasi Produksi iPhone ke India

JP Radar Nganjuk - Apple telah berupaya memindahkan sebagian produksi iPhone dari China ke India untuk mengurangi ketergantungan pada rantai pasok China, terutama di tengah perang dagang AS-China dan tarif tinggi yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump.

Namun, China tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis dilakukan untuk memperlambat atau menghambat upaya Apple ini.

Artikel ini mengulas lima taktik yang diduga digunakan China untuk menahan Apple agar tetap bergantung pada fasilitas produksinya.

1. Penundaan Pengiriman Peralatan Produksi

China dikabarkan menghambat ekspor peralatan khusus yang diperlukan untuk produksi iPhone ke India.

Menurut laporan, proses persetujuan ekspor yang biasanya memakan waktu dua minggu kini bisa memakan waktu hingga empat bulan, bahkan ada kasus di mana izin ekspor ditolak tanpa alasan jelas.

Dalam satu kejadian, pemasok peralatan Apple di China harus mendirikan perusahaan di Asia Tenggara sebagai solusi untuk mengelabui pembatasan ini.

2. Pembatasan Mobilitas Tenaga Kerja Ahli

Foxconn, mitra utama Apple, menghadapi kendala dalam mengirim pekerja dan insinyur dari China ke India.

Pemerintah China diduga membatasi rotasi pekerja baru ke pabrik iPhone di India, khususnya di Tamil Nadu dan Karnataka.

Untuk mengatasi hal ini, Foxconn terpaksa mengirim pekerja dari Taiwan, yang tidak terkena larangan perjalanan, meskipun hal ini menambah biaya dan kompleksitas operasional.

3. Dominasi Komponen dan Rantai Pasok

Meskipun perakitan iPhone mulai beralih ke India, sebagian besar komponen kunci masih diproduksi di China. Sekitar 150 dari 187 pemasok utama Apple memiliki fasilitas di China, memberikan Beijing pengaruh besar atas rantai pasok global Apple.

Memindahkan seluruh rantai pasok ini ke India diperkirakan membutuhkan waktu hingga delapan tahun, menjadikan ketergantungan pada China sulit diputus dalam waktu dekat.

4. Dukungan Infrastruktur yang Sulit Ditandingi

China telah lama memberikan dukungan infrastruktur besar-besaran kepada Apple, seperti subsidi energi, pengiriman, dan pembangunan pabrik senilai jutaan dolar.

Sistem politik satu partai memungkinkan koordinasi cepat antara pemerintah dan perusahaan seperti Foxconn, sesuatu yang sulit direplikasi di India karena tantangan birokrasi lokal dan kebutuhan negosiasi dengan pemilik lahan serta pembuat kebijakan.

Efisiensi ini membuat China tetap menjadi lokasi yang menarik bagi Apple.

5. Sinyal Geopolitik dan Tekanan Ekonomi

China menggunakan posisinya sebagai pasar terbesar kedua Apple untuk memberikan tekanan. Larangan penggunaan iPhone oleh beberapa instansi pemerintah China dan persaingan ketat dari merek lokal seperti Huawei telah menekan penjualan Apple di China, yang turun 24% pada awal 2024.

Dengan menghambat relokasi produksi, China mengirimkan sinyal bahwa mereka masih memiliki pengaruh signifikan atas operasi Apple, sekaligus menjaga dominasinya sebagai pusat manufaktur global.

China menggunakan kombinasi taktik birokrasi, logistik, dan geopolitik untuk memperlambat upaya Apple memindahkan produksi iPhone ke India.

Dari penundaan peralatan, pembatasan tenaga kerja, hingga dominasi rantai pasok, langkah-langkah ini menunjukkan betapa sulitnya bagi Apple untuk melepaskan ketergantungan pada China.

Meski Apple telah meningkatkan produksi di India hingga $22 miliar pada tahun fiskal 2024, tantangan ini menggarisbawahi kompleksitas diversifikasi rantai pasok di tengah ketegangan global.

Editor : Elna Malika
#strategi #china #rantai pasok #radar nganjuk berita hari ini #pabrik #iphone #india #produksi #Upaya