JP Radar Nganjuk- Harga Emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dalam beberapa waktu terakhir terus menunjukkan tren kenaikan.
Namun, analis memperkirakan pergerakan harga selama sepekan ke depan akan cenderung fluktuatif dengan potensi koreksi terbatas.
Per Jumat (24/3), harga emas Antam berada di level Rp1.765.000 per gram. Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) tercatat Rp1.616.000 per gram.
Menurut analis pasar, angka ini dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga AS.
Analis dari Treasury.id menyebutkan, tekanan beli masih kuat, namun indikator teknikal seperti RSI (Relative Strength Index) yang sudah berada di atas level 77 dan Stochastic RSI di atas 90 menandakan bahwa emas berada dalam kondisi overbought.
Artinya, potensi koreksi harga dalam jangka pendek tetap terbuka.
Selain faktor teknikal, situasi geopolitik turut jadi perhatian.
Ketegangan di Timur Tengah, terutama konflik Israel-Palestina dan serangan terhadap Kedutaan Iran di Suriah, mendorong investor global untuk mengalihkan aset ke instrumen aman seperti emas.
Dari sisi kebijakan moneter, peluang pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (bank sentral AS) juga dinilai akan memberikan sentimen positif bagi emas.
Ketika suku bunga turun, imbal hasil investasi berbunga ikut menurun, dan emas menjadi alternatif yang lebih menarik.
Melihat kombinasi berbagai faktor tersebut, para analis memperkirakan harga emas Antam akan bergerak di kisaran Rp1.740.000 hingga Rp1.780.000 per gram selama sepekan ke depan.
Namun, investor tetap disarankan berhati-hati dan memantau perkembangan pasar secara berkala.
Penulis: Effa Desiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira