Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Grab Akuisisi GOTO, Awal Supremasi Layanan Digital Asia

Redaksi Radar Nganjuk • Sabtu, 10 Mei 2025 | 06:00 WIB
Grab Dikabarkan Akuisisi GOTO, Satu Langkah Menuju Dominasi Layanan Digital di Asia Tenggara
Grab Dikabarkan Akuisisi GOTO, Satu Langkah Menuju Dominasi Layanan Digital di Asia Tenggara

JP Radar Nganjuk– Kabar mengejutkan datang dari industri teknologi dan transportasi digital di Asia Tenggara.

Grab Holdings Ltd. dikabarkan tengah dalam tahap akhir untuk mengakuisisi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO).

Transaksi jumbo ini diprediksi rampung pada kuartal II tahun ini.

Grab yang bermarkas di Singapura sudah menunjuk penasihat keuangan untuk memuluskan langkah akuisisi tersebut.

Sejumlah hal strategis, termasuk skema pendanaan, saat ini tengah digodok bersama pihak perbankan.

Meski kabar merger makin santer terdengar, baik pihak Grab maupun GOTO belum memberikan pernyataan resmi.

Namun, sumber internal menyebut bahwa nilai akuisisi yang ditawarkan Grab mencapai sekitar USD 7 miliar.

Saat ini, kapitalisasi pasar GOTO mencapai sekitar USD 5,8 miliar, sementara sahamnya sudah melesat 20 persen sejak awal tahun.

Rencana akuisisi ini disebut akan mencakup penjualan unit internasional GOTO di Singapura kepada Grab.

Sementara untuk pasar Indonesia, Grab disebut bakal mengambil alih seluruh lini bisnis GOTO, kecuali segmen keuangan seperti GoPay dan GoFinance.

Jika aksi korporasi ini terealisasi, gabungan Grab-GOTO diprediksi menjadi raksasa ride-hailing di Asia Tenggara.

Data Euromonitor International memperkirakan entitas merger ini bakal menguasai hingga 85 persen pangsa pasar dari total nilai industri sebesar USD 8 miliar.

Di Indonesia, pangsa pasarnya diperkirakan mencapai 91 persen dan di Singapura hampir 90 persen.

Namun, potensi dominasi pasar ini diperkirakan bakal menarik perhatian regulator di Indonesia dan Singapura.

Pengawasan ketat bisa menjadi penghambat proses merger karena dikhawatirkan mengurangi persaingan usaha secara sehat.

Menanggapi kabar ini, manajemen GOTO menyatakan bahwa pihaknya memang menerima sejumlah penawaran bisnis.

Namun, belum ada keputusan ataupun kesepakatan yang diambil hingga saat ini.

“Kami masih dalam tahap mengevaluasi berbagai peluang bisnis. Belum ada perjanjian resmi yang diteken dengan pihak mana pun,” ujar Sekretaris Perusahaan GOTO, R.A. Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Kamis (8/5).

Menurutnya, setiap langkah bisnis yang diambil akan mempertimbangkan keberlangsungan usaha serta kepentingan seluruh pemangku kepentingan, termasuk mitra pengemudi, UMKM, pelanggan, karyawan, hingga investor.

Dari sisi kinerja, GOTO mencatat hasil positif pada kuartal I/2025. Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 4,2 triliun, tumbuh 37 persen secara tahunan.

Lini jasa pengiriman menjadi kontributor terbesar dengan Rp 1,39 triliun, disusul imbal jasa sebesar Rp 1,37 triliun dan pinjaman Rp 763 miliar. Pendapatan lainnya datang dari e-commerce, iklan, dan sumber lain.

Penulis: Effa Desiana Hidayah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#merger #GoTo #grab #berita nganjuk hari ini #gojek #pasar global #berita nganjuk terbaru #bisnis #ekonomi #akuisisi