Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Investasi Emas, Tanah, atau Kripto, Mana yang Lebih Menarik di Tengah Ketidakpastian Ekonomi?

Redaksi Radar Nganjuk • Senin, 12 Mei 2025 | 04:17 WIB
Tips Investasi bagi Pemula: Waktunya Pupuk Aset Sedari Muda
Tips Investasi bagi Pemula: Waktunya Pupuk Aset Sedari Muda

JP Radar Nganjuk - Di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih, masyarakat semakin berhati-hati dalam menentukan pilihan investasi.

Emas, tanah, dan cryptocurrency (kripto) menjadi tiga instrumen yang paling sering dilirik.

Ketiganya menawarkan peluang keuntungan, namun dengan karakteristik dan risiko yang berbeda.

Berikut ulasan perbandingan ketiganya berdasarkan analisis sejumlah sumber dan perkembangan pasar terkini:

1. Emas
Sebagai aset pelindung nilai, emas sudah lama dipercaya sebagai pilihan aman saat inflasi meningkat atau pasar keuangan goyah.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, harga emas menunjukkan tren kenaikan yang konsisten, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 10 hingga 12 persen per tahun.

Selain itu, emas tergolong likuid dan mudah diperjualbelikan.

Namun, emas tidak memberikan pendapatan pasif dan, dalam bentuk fisik, membutuhkan biaya penyimpanan yang aman.

Nilainya pun bisa dipengaruhi oleh kondisi global, termasuk suku bunga dan pergerakan dolar AS.

2. Tanah
Investasi dalam bentuk tanah dinilai memiliki potensi keuntungan jangka panjang yang besar.

Apalagi jika lokasinya strategis, harga tanah bisa naik signifikan dari tahun ke tahun.

Tanah juga bisa disewakan untuk menghasilkan pendapatan rutin, seperti dijadikan lahan pertanian, parkir, atau dibangun properti komersial.

Meski demikian, dibutuhkan modal awal yang cukup besar.

Proses jual-beli tanah juga memerlukan waktu dan administrasi yang tidak sedikit.

Selain itu, terdapat kewajiban pajak dan biaya perawatan jika tanah dikembangkan.

3. Kripto
Cryptocurrency seperti Bitcoin dan Ethereum menawarkan potensi keuntungan tinggi dalam waktu singkat.

Akses pasar yang berlangsung 24 jam dan kemudahan transaksi lintas negara menjadi keunggulan utama.

Namun, nilai kripto sangat fluktuatif dan rentan anjlok dalam waktu singkat.

Selain itu, hingga saat ini regulasi kripto di berbagai negara termasuk Indonesia masih berkembang.

Risiko peretasan dan penipuan digital juga menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan berinvestasi di sektor ini.

Pilih sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko
Ketiga jenis investasi ini memiliki tempatnya masing-masing.

Emas cocok bagi mereka yang menginginkan kestabilan dan likuiditas tinggi. Tanah pas untuk investor dengan visi jangka panjang dan dana besar.

Sementara kripto lebih sesuai untuk mereka yang berani mengambil risiko besar demi potensi imbal hasil tinggi.

Baca Juga: GoTo Buka Suara soal Rumor Akuisisi oleh Grab: Keputusan Belum Final

Diversifikasi juga menjadi strategi yang disarankan banyak pakar.

Menggabungkan beberapa jenis aset bisa membantu menyeimbangkan risiko dan membuka peluang lebih luas dalam mencapai tujuan keuangan.

Penulis: Effa Desiana Hidayah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#berita nganjuk hari ini #tanah #emas antam #crypto #ekonomi #obligasi #saham #investasi